Monday, July 7, 2014

Presiden kita nanti

Suatu malam sekitar 2 bulan yang lalu, saya bermimpi tentang 4 buah matahari.
Matahari pertama terbit dari barat namun sejenak ia terbenam lagi dibarat.
Kemudian terbitlah Matahari yang amat sangat besar dari timur. Cahayanya sangat terang menjadikan malam bak siang. Matahari ini terus bergulir keatas langit. Namun sudah ada 2 Matahari lainnya dengan ukuran yang biasa menghadangnya. saat ketiga matahari ini bertemu. langit malam kembali gelap.

Ya, dia lah yang akan jadi presiden kita, dan negara ini akan kembali sedia kala. usai perperangan ini.

Monday, January 6, 2014

Yang Baru di Tahun Baru (iProject)

Tak terasa sudah masuk tahun 2014, ini berarti saya telah memasuki tahun ke tiga menekuni bisnis foto & videograpfi, rasanya seperti memiliki Batita (bayi tiga tahun). Ibarat batita usaha ini masih lucu-lucunya, belum bisa mandiri, tapi sudah bisa makan, orang-orang pun suka senang melihatnya.

selama dua tahun ini sudah ada beberapa inovasi dan produk layanan baru. awalnya hanya Videoshooting merambah lagi dengan foto, prewedding,  video event,mini studio, scaning negatif film, cetak undangan yang dapat didesain sesuai kebutuhan dan keinginan. hingga live video yang disiarkan secara wireless ke tv atau proyektor.

Di tahun 2014 ini saya akan memberikan bocoran produk layanan terbaru, saya menyebutnya iProject . iProject mirip seperti Instant  Photo Corner, atau di Indonesia sering dikenal dengan photoboth, bedanya apa? di iProject saya memberikan ekstra fasilitas yang bisa ditambahkan kedalamnya jika tuan nyonya acara menginginkannya seperti



Pertama : Instant Print / Cetak Foto kilat, dalam 15 detik foto sudah jadi, dengan kualitas lab . Foto ini bisa jadi cendramata bagi tamu yang hadir lebih cantik lagi diberi bingkai eksklusif. suvenir yang bisa sangat dihargai oleh tamu.
masih biasa aja?
Kedua : Guestphotobook, bukan photobook biasa, apalagi buku tamu biasa, foto yang telah diambil di photobooth selain jadi cendramata untuk tamu bisa ditempel di guestphotobook juga. di buku ini tamu bisa menuliskan ucapan, tanda tangan, cap jempol atau cap bibir. jadi ini bisa jadi buku tamu yang tak akan disimpan di gudang setelah acara, tapi bisa memiliki kedudukan yang sama seperti album photo.
Ketiga :elegant flexible / menggunakan kamera DSLR dan studio lighting, jadi seperti studio mini di event anda. cocoknya sih untuk indoor atau acara dimalam hari. ada background yang cantik, dan jangan takut ribet untuk seting studio mininya, minimal cuma perlu space 3x3m kok. disini kita pun meminimalisir penggunaan kabel dengan kemampuan wireless, jadi sangat flexible.
masih standar aja? masa sih?
Keempat : ini produk pamungkas, namanya InstantSharing,  foto-foto tersebut dapat diunggah secara langsung kebeberapa sosial media disaat itu juga, seperti facebook, twitter, atau instagram, atau ke email. untuk Facebook, kita sudah menyiapkan fasilitas yang memungkinkan klien tak perlu memberi tahu password ataupun email (untuk menjaga privasi). tapi tetap otomatis masuk didalam album yang dimiliki klien. jadi seperti live update di sosial media. Bayangkan betapa envy teman-teman yang tidak hadir diacara anda melihat update foto tersebut.
masih bilang biasa aja?

bisa aja dibilang biasa aja, sebelum kita mempertimbangkan beberapa hal.
seringkali sebagai pemilik acara menginkan foto tamu yang hadir, tapi sering kali photographer tak bisa coverage seluruhnya karena mereka akan lebih banyak focus ke panggung. Dan saat sesi foto bersama, beberapa rekan anda akan ada yang tergesa-gesa, MC yang gak kunjung memanggil nama rekan anda itu, atau bahkan sang mempelai sudah kecapekan untuk foto bersama. iProject jadi solusinya.
Punya event,seperti reuni, atau gathering komunitas, iProject bisa jadi tempat yang asik, untuk bernarsis ria, sayangkan tamu yang hadir sudah dandan cantik-cantik berpenampilan terbaik tapi gak di foto. iProject pun  cocok untuk berbagai kegiatan, mulai dari pernikahan, reuni,event, gathering, ulang tahun. seminar. tapi acara yang asik-asik aja sih, kalo kayak kendurian kematian gak cocok.
Selepas acara berlangsung, anda sudah mendapatkan seluruh foto, baik dalam bentuk dvd, album di facebook, hingga versi cetaknya yaitu guestphotobook. Menarik bukan?

Untuk harga, jangan takut kemahalan, masih bisa nego tergantung permintaan dan kebutuhan, selagi iProject belum resmi diluncurkan di Imajie CraftiveStudio jika anda tertarik dengan iProject bisa menghubungi saya, atau silahkan cek CP nya di www.imajie.net


Friday, November 15, 2013

Sekali-kali Transmusi Harus Dihajar

Sekitar jam 20:00 saya naik Transmusi dari kampus saya di daerah Plaju. Laju transmusi berhenti di halte transit DPRD , beberapa orang penumpang meminta pramugara untuk mengisi saldo smartcardnya (Bus Rapit transit di palembang menggunakan e-tiketing yang disebut smartcard untuk pembayarannya) namun si pramugara menjawab, saldo top upnya habis (alias saldo di mesin pengisinya habis) .

Bus kembali melaju sampai di halte Monpera, disana ada bus besar Ampera-Km12 sedang ngetem. dengan segera saya turun dari pintu depan setelah dibukakan. dan berpindah ke bus besar tersebut. didepan pintu sudah ada mesin typing yang wajib kami typing ulang. *cetet mesin mengeluarkan kata "Transit" kecuali seorang penumpang wanita setelah saya yang berbunyi "kartu belum terdaftar"

saya segera duduk di pojok belakang bus, ini tempat favorit saya. setidaknya ini tempat paling nyaman untuk istirahat bahkan tidur selama perjalanan. Didekat sedang disudut lainnya ada dua orang wanita yang sedang ngobrol asik dengan pegawai transmusi berbaju batik, yang sebut saja "A".


Tiba-tiba si Pegawai Transmusi ini menanyakan kepada penumpang wanita yang kartunya teridentifikasi tidak terdaftar itu . yang sebut saja "B"
A : mbak, mau turun dimana?
B : turun di IP
A : Kartunya itu belum terdaftar, aturannya kami (Transmusi) kalau kartu tidak terdaftar gak boleh naik.
B : Tadi saya di halte DPRD sudah minta gak ada, terus disini minta isiin saldo juga ada.
A : Iya, tapi seharusnya tadi sebelum saldo habis kan mbak isi. saya bisa aja loh ngelarang mbak naik.

Disini saya mulai geram, dan saya tau disini cara saya memulai  mencerca mereka dengan segala unek unek.
Saya : mas, mbak tadi naik dari Plaju, dan saldonya ada meski kurang. makanya bisa naik. tapi kalo di typing lagi pasti kartunya tidak terdaftar, dan mbak ini sudah mau ngisi kartu di dua halte ini tapi sama-sama gak bisa. masak harus disuruh keluar, sedangkan saldonya sudah diambil dan tercatat minus (berhutang) ?
A : gini mas, klo mbak ini naik dipinggir jalan bisa saja kami ngelarang dia naik. disini peraturannya sudah berubah kalo saldo habis, dan kartu tidak tedaftar gak boleh naik.
Saya: iya saya tau, tapi kalau sistemnya seperti itu sarananya juga harus mendukung toh, ini mau isi saldo aja gak ada, kalo saldo kurang malah gak boleh naik.
A : ya setidaknya sebelum saldo habis atau misalnya tadi masih sisah 5000 isi lagi lah sebelum habis. peraturan ini untuk mencegah kecurangan dari penumpang
Saya : (saya mengerenyitkan dahi dan menurunkan sebelah alis mata) maksudnya?
A; ya misalnya dia saldonya kurang, kemudian tidak terdaftar, typing lagi tidak terdaftar. dan dia terus memakai kartu yang tidak terdaftar sebagai modus.
Saya : (saya membatin, cukup masuk akal, namun tak etis mencuriga penumpang seperti itu, bahkan jika saya curang sekalipun, saya tidak pernah pakai cara seperti itu)
Saya : iya, kan gak mesti diusir sih penumpangnya, kan ada tiket one trip yang katanya harganya lebih mahal menjadi Rp 5000 sekali jalan tanpa transit dan cuma di typing sendiri sama pramugara?

berikut saya sertakan buktinya


A : ya itukan cuma wacana.
Saya : (tertawa kecil ) hah? cuma wacana? dan kalian sampai segitunya ngusir penumpang? ayolah sama-sama manusiakan, saling membantu kenapa?
A : ya kalau sekali-kali seperti ini sih gak papa (agaknya dia mulai tertekan)
Saya : lagian gini ya mas, rumah saya di KM 12 dan kampus saya di Plaju. waktu 1 jam itu cuma sampai bawah Jembatan Ampera. dan saya harus transit di halte samping masjid Agung, nunggu secepatnya 10-15menit, saya harus bayar 2X .kasih solusi dong. (saya menangkap ekspresi beberapa penumpang lain mengiyakan ocehan saya)
A : iya mas, harus bayar dua kali (kali ini dia tersenyum, entah senang saya harus bayar dua kali atau mengaminkan sebuah sistem yang korup itu )
Saya : kenapa enggak dua jam lagi sih, atau setidaknya 1,5jam biar saya bisa sampai kampus tanpa bayar dua kali.
A : ya, sekarang kan direksinya baru, walikotanya baru. sistemnya juga baru. kami gak bisa berbuat apa-apa, coba mas liat di kartu yang baru itu ada nomor pengaduan. ngadu aja kesitu
Saya : saya sudah capek itu sms disitu, capek ngomel di facebook transmusi toh gak ada tanggapan positif? coba mas aja sampaiin ke direksinya, sistemnya jangan ngerugiin konsumen gini lah.
A : Gak bisa mas, saya gak bisa apa-apa. apalagi sampe ngomong ke Direksi?
saya : sebenernya masalah transmusi ini apa sih? sampe keliatan parah gini ? (sebenernya saya sudah tau)
A : ya masalah pembiayaan. transmusi lagi kekurang dana. Gaji kami pun belum dibayar sampai sakarang. kami cuma mendapatkan pendanaan dari penjualan saldo ini lah. kan sekarang Transmusi gak dikasih subsidi dari pemkot.
Saya : lah, bukannya dari walikota yang lama (Edi santana) transmusi memang gak pernah dapet Subsidi?
A : (titik hitam matanya melihat kebawah, seolah bingung sendiri dengan kata-katanya, atau justru tersadar ia hampir saja berbohong) iya sih. sekarang aja kan jumlah armada nya dikurangin karena banyak mobil yang rusak belum diperbaiki.
Saya : ( gaji gak dibayar? mending keluar aja, berdagang lebih pasti dapetnya)  terus sekarang saya harus nyalahin siapa atas kekacauan sistem kayak gini? direksinya atau walikotanya? (sambil tertawa kecil yang sebenernya saya ngejek)
A : kita lagi nunggu surat juga dari walikota apa mau di subsidi atau enggak? dulu sih jamannya pak Edy gak kayak gini.
Saya : yaudah saya nyalahin walikotanya aja deh (ketawa ngejek lagi) atau jangan-jangan ada koruptornya.(sampai gaji pegawai gak dibayar)
A : (tampaknya ia mulai sadar saya menggiringnya ke isu yang lebih sensitif) loh ini kok gak jalan-jalan ya?(ia meninggalkan saya dan keluar dari bus)
cukup lama ngetem sambil berdebat, mungkin sekitar 10 menit. dan harus menunggu lagi sampai 15 menit setelah itu hingga bus benar-benar berjalan. dan yang lebih kurang ajarnya lagi setelah perkatan terakhirnya itu saya mengira ia hanya pramugara,justru ia menuju kursi sopir dan mengendarai Bus bernomor K1.15 ini. lalu untuk apa dia bertanya kenapa bus ini tidak jalan-jalan dan meninggalkan kami (para penumpang) cukup lama.?
Setelah menuduh penumpang dapat melakukan kecurangan justru si pramugara yang tampaknya melakukan praktik kecurangan.
saat bus baru melaju mesin typing smartcard di restart (ada knop switch On-Off dibelakan mesin) lalu apa yang terjadi jika mesin di restart?Penumpang yang pertama dan beberapa orang setelahnya akan tersedot saldonya, meski durasi transit belum habis. dan itu benar-benar terjadi.
setelah halte transit Monpera, bus akan menuju halter transit masjid Agung, orang yang naik dari halte masjid agung biasanya adalah penumpang transitan dari Palembang Square atau pusri. hanya ada beberapa orang yang naik, dan semua kartu mereka berbunyi "terima kasih" setelah di tempelkan di mesin.
Ini masih dugaan, karena saya belum bereksperimen secara langsung. hanya berdasarkan pengalaman, bahwa beberapa kali saldo saya terpotong meski waktu transit belum habis. biasanya itu terjadi saat saya naik di halte awal keberangkatan, misalnya dari terminal, atau didepan Mall PS atau PIM. habitnya pramugara akan merestart mesin saat hampir menuju pemberhentian terakhir, ini karena saya pulang di dekat KM 12. saat mesin di restart akan mengeluarkan suara aneh menyeramkan. selain saat dipemberhentian terakhir, mesin juga direstart saat terjadi eror, misalnya kartu yang di typing tidak memberi identifikasi apa apa.

Sunday, October 20, 2013

Rencana Gelap TransMusi

Tepat 20 Oktober 2013 ini Transmusi menerapkan kebijakan  baru, yakni pengurangan durasi transit menjadi satu jam, sebelumnya warga pemilik SmartCard dapat menikmati layanan transit 2 jam yang berarti selama dua jam warga bebas menaiki transmusi tanpa perlu membayar lagi setelah saldo smartcardnya dipotong Rp 4500.

Lalu apa yang menjadi masalahnya?

Palembang kini sudah tak seperti Palembang yang kita lihat jamankan dulu, Palembang memiliki masalah yang relatif sama dimiliki kebanyakan kota besar di Indonesia saat ini, Ya Macet. Jarak tempuh dan waktu tempuh kini tak berimbang lagi, kalau dulu saya dari rumah ke Kampus dapat ditempuh dengan 45 menit dengan kendaraan umum, sekarang waktu tempuh sampai dua kalipat lebih. saya bisa dijalan selama 1,5jam bahkan di jam sibuk bisa sampai 2 jam.
Bahkan saat saya menguji waktu tempuh KM12-Ampera (tanpa transit) sekitar pukul 10:00 (bukan jam sibuk) saya telah menghabiskan waktu selama 1jam 4menit. lalu jika anda menunggu di Halte Transit berapa lama bus akan datang? jawabannya beragam ada yang bilang sampai setengah jam, tapi rata-rata saya menunggu 10-15 menit dihalte samping masjid agung atau monpera. lalu bagaimana nasib mereka yang melalui rute yang lebih sulit misal (dari Kertapati/Plaju menuju Sako) yang sampai harus 2-3 kali transit? 

Jadi Bijakkah durasi transit menjadi 1 jam?

Tapi agaknya percuma kita mengkritisi terus menurus transmusi ini, Tak akan didengar. 
Di halaman facebook Transmusi  tertanggal 17 oktober iya membuat pengumman tentang kebijakan baru

adakah yang aneh? jika kita meruntut postingan transmusi sebelumnya, ini pertama kalinya Transmusi menggunakan huruf kapital secara keseluruhan. hal ini saya baca sebagai wujud depresi transmusi yang terpaksa membuat kebijakan ini. Ini penanda keputusan final yang tak bisa diganggu gugat lagi. kecuali mereka diberi subsidi.

Maksud hati ingin menegaskan kembali kebijakan tersebut hari ini, transmusi justru menunjukkan rencana gelapnya

bukan menuliskan 1 jam justru  transmusi memposting gambar 1/2 hour (Setengah Jam).akankah mereka menurunkan waktu durasi menjadi 1/2 jam lagi? lalu apa maksud warna merah? Api? 
Warna merah dan api menandakan amarah, bahaya. kewaspadaan, atau sesuatu yang buruk akan terajadi. Tapi saya membaca lebih lanjut setiap postingan agaknya mereka cenderung memprovokasi masyarakat.

Seperti kata "seharusnya durasi transit itu dimanfaatkan hanya untuk transit, bukan untuk jalan-jalan
etiskah kebebasan warga menghabiskan saldonya untuk jalan-jalan di kritisi? bukankah sebagai pengguna kita bebas memanfaatkan uang kita apakah untuk transit atau jalan-jalan? tak ada pelanggaraan masyarakat terhadap sistem yang dibuat.

Justru perkataan ini menjadi bumerang bagi transmusi, karena diawal peluncuran smartcard mereka sendiri yang menawarkan benefit/keuntungan dari memiliki smartcard itu, salah satunya durasi transit yang dapat dimanfaatkan masyarakat seperti untuk berjalan-jalan , berbelanja atau naik dari halte mana saja selama durasi transit berlangsung. bahkan sempat saya mendapati seorang pramugara yang menganalogikan memiliki smartcard sama seperti menginvestasikan emas hahaha(super pinter). sampai mereka sama seperti calo-calo terminal membujuk pelanggan untuk memiliki lebih dari 1 kartu, bahkan menganjurkan untuk dikoleksi?

Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa Transmusi terlihat kacau sekali

mereka salalu berkilah dua hal, pertama BBM Naik, dan kedua Transmusi adalah satu-satunya BRT yang tidak disubsidi pemerintah.
Lebih parah dari itu, ini soal politik dan keuntungan sejumlah pihak.

Tanggal 9 September lalu transmusi yang belum satu bulan menaikkan tarif transmusi dari Rp 4000 menjadi Rp 4500 membuat penguman bahwa awal oktober mereka hendak menaikan tarif kembali menjadi Rp5000. Tapi kenapa kebijakan yang lain muncul?
mereka telah menghitung, ketimbang menaikkan tarif menjadi Rp5000 menurunkan durasi transit menjadi 1 jam jauh lebih menguntungkan karena akan banyak pengguna yang kena Jebakan Durasi Transit (istilah ini saya buat untuk menggambarkan mereka yang akan membayar Rp 9000 karena habis durasi transitnya) akibat penurunan durasi transit ini.

Mengapa Transmusi tega malakukan itu kepada kita.
menurut analisis dangkal saya seperti ini.
Transmusi dibuat berkat regulasi dari walikota sebelumnya Eddy Santana. Transmusi digambarkan sebagai salah satu contoh kemajuan kota Palembang. Sedangkan yang menjadi walikota sekarang adalah Romi Herton yang sebelumnya adalah wakil walikota bersama Eddy. Namun Eddy Santana kalah suara saat mencalonkan diri menjadi Gubernur, suara di Sumsel Bahkan di Palembang cenderung memilih dua besar alex nurdin dan herman deru, karena popularitas Eddy yang kurang Romi Herton justru cenderung memihak Alex Nurdin Gubernur Incumbent, seolah berkhianat kepada Eddy Santana.

Ingatkah kisruh pilkada Palembang kemarin, ya Sarimuda menang tipis, namun Kubu Romi banding ke MK, dan Romi dimenangkan lewat MK, kala itu yang menjadi hakim sengketa pilkada ini adalah Akil Mochtar saat ini terjerat kasus suap, beberapa kecurangan sengketa pilkada.

Romi herton mulai mencopot satu persatu pejabat pemkot peninggalan Eddy Santana. salah satunya Direktur PT SP2J yang membawahi Transmusi. Namun tak memberi  solosi yang baik untuk transmusi, beberapa kali diajukan subsidi namun ditolak juga, bahkan sempat diancam ingin dipailitkan karena terus merugi.

Transmusi merasa penyebabnya adalah karena mereka bergabung bersama SP2J. dan kini transmusi berniat ingin berdiri sendiri. terlepas dari PT SP2J. 

kalau begitu apa artinya ini?
Bukankah transmusi milik kita? milik pemerintah? milik warga?. sayangnya bukan.
Transmusi bukan seperti kendaraan BRT di kota-kota lain yang dimiliki pemerintah, pemerintah hanya meregulasi dan memanfaatkannya saja. ibarat simbiosis mutalisme. Sedangkan sejak dari awal Transmusi adalah milik #KAPITALIS. aspek yang terpenting bagi mereka adalah keuntungan sebesar-besarnya. bukan pelayanan yang baik dan ideal.

ah sekian.

Tuesday, September 17, 2013

Nilai Sebuah Kemampuan

Sekitar 12 atau 13 tahun yang lalu guru olahraga masa SD memberi tes untuk ujian nilai praktik catur wulan. Ia memberi tes ujian renang. Kenapa harus renang? mendengar itu beberapa teman saya sangat bergembira tapi tidak dengan saya. pertama tubuh saya yang kecil dan kurus pasti akan malu kalo yang lain melihatnya, kedua ya, karena saya tidak bisa berenang.
Kolam renang adalah tempat yang asing bagi saya, saya tidak pernah melihat kolam renang sungguhan sebelumnya. Makanya saya membaca, menghapal dan memahami pelajaran renang lewat buku Penjaskes jauh hari sebelum tes itu dimulai. saya sudah faham bagaimana caranya berenang. mulai dari gaya katak, kupu-kupu ataupun gaya bebas.
Kemudian kami dibawa ke Lumban Tirta salah satu venue renang terbesar di Palembang. melihat air teman-teman saya langsung loncat ke kolam. sesuai absen satu-satu murid dipanggil, untungnya mulai dari absen terbawah jadi saya yang dipanggil terakhir.
Ketika saya maju, hanya saya yang masih berseragam olahraga lengkap dan kering. Sang guru bertanya kepada saya "Bagaiaman Aji, kamu mau berenang?" saya mengajukan pilihan "saya ujian lisan aja pak" dan sang guru mengiyakan. Saya menjelaskan secara detil bagaimana mekanisme berenang, dari menahan napas, loncatnya bagaimana, hingga harus mensejajarkan tubuh dengan permukaan air. Dan anda tahu siapa yang dapat nilai A? ya salah satunya saya dengan point 85. nilai saya termasuk tinggi daripada teman-teman saya yang berenang tanpa tahu teknik yang benar, asal nyebur dan ngapung.
Luar biasa. Saat itu saya merasa, ini keajaiban. Tapi 11 tahun kemudian, saya dua kali nyaris tenggelam, salah satunya di Pantai Anyer Banten tak ada yang tahu saya  tenggelam hal yang menyelamatkan saya hanya berjalan diatas karang-karang yang tertutup pasir. Satunya lagi dikolam renang karena tidak sengaja berenang di kedalaman 3 meter niatnya agar bisa berenang dan tidak terulang lagi seperti di pantai. tapi yah, memalukan, dan menyakitkan.

Tuesday, July 16, 2013

Beruntungnya tinggal di Indonesia (1 Ons )

Saya tidak termasuk orang yang menentang kenaikan BBM kemarin, meskipun tahu akibat semuanya, saya tetap optimis bahwa kondisi kedepan akan kembali stabil. memang dampaknya makin terasa apalagi dibulan puasa seperti sekarang, terlebih sebagai Videographer yang sering menerima job pernikahan, ataupun event, dibulan puasa ini kan sepi. 

Ditambah lagi kurs Dollar ke Rupiah sudah mencapati Rp 10.000/$, yang membuat tabungan saya makin hari nilainya makin kecil, sedangkan bidang kerja saya memerlukan banyak investasi perlengkapan yang kebanyakan barangnya  Impor  itu berarti harga jualnya akan mengikuti Dollar. Hikmahnya saya tidak usah pusing lagi buka Kalkulator kalau menghitung kurs Dollar ke Rupiah. cukup tambah atau kurangi angka 4 angka "0" ;p

Akibat kenaikan BBM transportasi pun naik,dan saya termasuk orang yang lebih suka berpergian dengan transportasi umum, di Palembang , tarif Bus TransMusi sudah naik menjadi Rp4500, dan rencananya akan dinaikan lagi menjadi Rp 5000. itu artinya jika anda terpaksa membeli SmartCard TransMusi (mungkin tertinggal dirumah, atau belum punya) seharga Rp 20.000 dengan saldo Rp 8000 tidak bisa lagi untuk pulang pergi.

Selain dampaknya pada tarif alat transportasi, Kenaikan harga BBM dan juga karena bulan puasa ikut memelambungkan harga-harga bahan pokok. Masalahnya disadari atau tidak justru konsumsi di bulan puasa apalagi menjelang lebaran nanti akan semakin besar. Misalnya saat tadi sore saat kewarung, harga cabe merah 1 ons nya sudah Rp 5000, dan harga bawang merah sudah Rp 6000 per ons nya, bahkan Cabe Rawit sudah mencapai Rp 12000 per Ons. Semoga masakan kita tetap sedap nan lezat ya.

Tapi inilah hikmahnya tinggal di Indonesia, kita harus tetap bersyukur karena di Indonesia 1 ONS = 100 gram, coba kalau anda tinggal di negara yang mengikuti Satuan Internasional seperti amerika dimana 1 ONS hanya 28,3 gram dan sering dibulatkan 28 gram saja. hahaha coba bayangkan jika di Indonesia ikut-ikut internasional dengan uang Rp 6000 anda hanya dapat mempu membeli beberapa butir bawang merah, atau beberapa cabe. setiap kali makan gorengan diwarung dengan cabe rawit anda kena Rp500 lagi. 
Sekarang saya jadi paham kenapa penjajah belanda betah banget ngerampok rempah-rempah di Indonesia dulu sampe 3,5 Abad Untung bangettt