Showing posts with label Transportasi. Show all posts
Showing posts with label Transportasi. Show all posts

Friday, November 15, 2013

Sekali-kali Transmusi Harus Dihajar

Sekitar jam 20:00 saya naik Transmusi dari kampus saya di daerah Plaju. Laju transmusi berhenti di halte transit DPRD , beberapa orang penumpang meminta pramugara untuk mengisi saldo smartcardnya (Bus Rapit transit di palembang menggunakan e-tiketing yang disebut smartcard untuk pembayarannya) namun si pramugara menjawab, saldo top upnya habis (alias saldo di mesin pengisinya habis) .

Bus kembali melaju sampai di halte Monpera, disana ada bus besar Ampera-Km12 sedang ngetem. dengan segera saya turun dari pintu depan setelah dibukakan. dan berpindah ke bus besar tersebut. didepan pintu sudah ada mesin typing yang wajib kami typing ulang. *cetet mesin mengeluarkan kata "Transit" kecuali seorang penumpang wanita setelah saya yang berbunyi "kartu belum terdaftar"

saya segera duduk di pojok belakang bus, ini tempat favorit saya. setidaknya ini tempat paling nyaman untuk istirahat bahkan tidur selama perjalanan. Didekat sedang disudut lainnya ada dua orang wanita yang sedang ngobrol asik dengan pegawai transmusi berbaju batik, yang sebut saja "A".


Tiba-tiba si Pegawai Transmusi ini menanyakan kepada penumpang wanita yang kartunya teridentifikasi tidak terdaftar itu . yang sebut saja "B"
A : mbak, mau turun dimana?
B : turun di IP
A : Kartunya itu belum terdaftar, aturannya kami (Transmusi) kalau kartu tidak terdaftar gak boleh naik.
B : Tadi saya di halte DPRD sudah minta gak ada, terus disini minta isiin saldo juga ada.
A : Iya, tapi seharusnya tadi sebelum saldo habis kan mbak isi. saya bisa aja loh ngelarang mbak naik.

Disini saya mulai geram, dan saya tau disini cara saya memulai  mencerca mereka dengan segala unek unek.
Saya : mas, mbak tadi naik dari Plaju, dan saldonya ada meski kurang. makanya bisa naik. tapi kalo di typing lagi pasti kartunya tidak terdaftar, dan mbak ini sudah mau ngisi kartu di dua halte ini tapi sama-sama gak bisa. masak harus disuruh keluar, sedangkan saldonya sudah diambil dan tercatat minus (berhutang) ?
A : gini mas, klo mbak ini naik dipinggir jalan bisa saja kami ngelarang dia naik. disini peraturannya sudah berubah kalo saldo habis, dan kartu tidak tedaftar gak boleh naik.
Saya: iya saya tau, tapi kalau sistemnya seperti itu sarananya juga harus mendukung toh, ini mau isi saldo aja gak ada, kalo saldo kurang malah gak boleh naik.
A : ya setidaknya sebelum saldo habis atau misalnya tadi masih sisah 5000 isi lagi lah sebelum habis. peraturan ini untuk mencegah kecurangan dari penumpang
Saya : (saya mengerenyitkan dahi dan menurunkan sebelah alis mata) maksudnya?
A; ya misalnya dia saldonya kurang, kemudian tidak terdaftar, typing lagi tidak terdaftar. dan dia terus memakai kartu yang tidak terdaftar sebagai modus.
Saya : (saya membatin, cukup masuk akal, namun tak etis mencuriga penumpang seperti itu, bahkan jika saya curang sekalipun, saya tidak pernah pakai cara seperti itu)
Saya : iya, kan gak mesti diusir sih penumpangnya, kan ada tiket one trip yang katanya harganya lebih mahal menjadi Rp 5000 sekali jalan tanpa transit dan cuma di typing sendiri sama pramugara?

berikut saya sertakan buktinya


A : ya itukan cuma wacana.
Saya : (tertawa kecil ) hah? cuma wacana? dan kalian sampai segitunya ngusir penumpang? ayolah sama-sama manusiakan, saling membantu kenapa?
A : ya kalau sekali-kali seperti ini sih gak papa (agaknya dia mulai tertekan)
Saya : lagian gini ya mas, rumah saya di KM 12 dan kampus saya di Plaju. waktu 1 jam itu cuma sampai bawah Jembatan Ampera. dan saya harus transit di halte samping masjid Agung, nunggu secepatnya 10-15menit, saya harus bayar 2X .kasih solusi dong. (saya menangkap ekspresi beberapa penumpang lain mengiyakan ocehan saya)
A : iya mas, harus bayar dua kali (kali ini dia tersenyum, entah senang saya harus bayar dua kali atau mengaminkan sebuah sistem yang korup itu )
Saya : kenapa enggak dua jam lagi sih, atau setidaknya 1,5jam biar saya bisa sampai kampus tanpa bayar dua kali.
A : ya, sekarang kan direksinya baru, walikotanya baru. sistemnya juga baru. kami gak bisa berbuat apa-apa, coba mas liat di kartu yang baru itu ada nomor pengaduan. ngadu aja kesitu
Saya : saya sudah capek itu sms disitu, capek ngomel di facebook transmusi toh gak ada tanggapan positif? coba mas aja sampaiin ke direksinya, sistemnya jangan ngerugiin konsumen gini lah.
A : Gak bisa mas, saya gak bisa apa-apa. apalagi sampe ngomong ke Direksi?
saya : sebenernya masalah transmusi ini apa sih? sampe keliatan parah gini ? (sebenernya saya sudah tau)
A : ya masalah pembiayaan. transmusi lagi kekurang dana. Gaji kami pun belum dibayar sampai sakarang. kami cuma mendapatkan pendanaan dari penjualan saldo ini lah. kan sekarang Transmusi gak dikasih subsidi dari pemkot.
Saya : lah, bukannya dari walikota yang lama (Edi santana) transmusi memang gak pernah dapet Subsidi?
A : (titik hitam matanya melihat kebawah, seolah bingung sendiri dengan kata-katanya, atau justru tersadar ia hampir saja berbohong) iya sih. sekarang aja kan jumlah armada nya dikurangin karena banyak mobil yang rusak belum diperbaiki.
Saya : ( gaji gak dibayar? mending keluar aja, berdagang lebih pasti dapetnya)  terus sekarang saya harus nyalahin siapa atas kekacauan sistem kayak gini? direksinya atau walikotanya? (sambil tertawa kecil yang sebenernya saya ngejek)
A : kita lagi nunggu surat juga dari walikota apa mau di subsidi atau enggak? dulu sih jamannya pak Edy gak kayak gini.
Saya : yaudah saya nyalahin walikotanya aja deh (ketawa ngejek lagi) atau jangan-jangan ada koruptornya.(sampai gaji pegawai gak dibayar)
A : (tampaknya ia mulai sadar saya menggiringnya ke isu yang lebih sensitif) loh ini kok gak jalan-jalan ya?(ia meninggalkan saya dan keluar dari bus)
cukup lama ngetem sambil berdebat, mungkin sekitar 10 menit. dan harus menunggu lagi sampai 15 menit setelah itu hingga bus benar-benar berjalan. dan yang lebih kurang ajarnya lagi setelah perkatan terakhirnya itu saya mengira ia hanya pramugara,justru ia menuju kursi sopir dan mengendarai Bus bernomor K1.15 ini. lalu untuk apa dia bertanya kenapa bus ini tidak jalan-jalan dan meninggalkan kami (para penumpang) cukup lama.?
Setelah menuduh penumpang dapat melakukan kecurangan justru si pramugara yang tampaknya melakukan praktik kecurangan.
saat bus baru melaju mesin typing smartcard di restart (ada knop switch On-Off dibelakan mesin) lalu apa yang terjadi jika mesin di restart?Penumpang yang pertama dan beberapa orang setelahnya akan tersedot saldonya, meski durasi transit belum habis. dan itu benar-benar terjadi.
setelah halte transit Monpera, bus akan menuju halter transit masjid Agung, orang yang naik dari halte masjid agung biasanya adalah penumpang transitan dari Palembang Square atau pusri. hanya ada beberapa orang yang naik, dan semua kartu mereka berbunyi "terima kasih" setelah di tempelkan di mesin.
Ini masih dugaan, karena saya belum bereksperimen secara langsung. hanya berdasarkan pengalaman, bahwa beberapa kali saldo saya terpotong meski waktu transit belum habis. biasanya itu terjadi saat saya naik di halte awal keberangkatan, misalnya dari terminal, atau didepan Mall PS atau PIM. habitnya pramugara akan merestart mesin saat hampir menuju pemberhentian terakhir, ini karena saya pulang di dekat KM 12. saat mesin di restart akan mengeluarkan suara aneh menyeramkan. selain saat dipemberhentian terakhir, mesin juga direstart saat terjadi eror, misalnya kartu yang di typing tidak memberi identifikasi apa apa.

Sunday, October 20, 2013

Rencana Gelap TransMusi

Tepat 20 Oktober 2013 ini Transmusi menerapkan kebijakan  baru, yakni pengurangan durasi transit menjadi satu jam, sebelumnya warga pemilik SmartCard dapat menikmati layanan transit 2 jam yang berarti selama dua jam warga bebas menaiki transmusi tanpa perlu membayar lagi setelah saldo smartcardnya dipotong Rp 4500.

Lalu apa yang menjadi masalahnya?

Palembang kini sudah tak seperti Palembang yang kita lihat jamankan dulu, Palembang memiliki masalah yang relatif sama dimiliki kebanyakan kota besar di Indonesia saat ini, Ya Macet. Jarak tempuh dan waktu tempuh kini tak berimbang lagi, kalau dulu saya dari rumah ke Kampus dapat ditempuh dengan 45 menit dengan kendaraan umum, sekarang waktu tempuh sampai dua kalipat lebih. saya bisa dijalan selama 1,5jam bahkan di jam sibuk bisa sampai 2 jam.
Bahkan saat saya menguji waktu tempuh KM12-Ampera (tanpa transit) sekitar pukul 10:00 (bukan jam sibuk) saya telah menghabiskan waktu selama 1jam 4menit. lalu jika anda menunggu di Halte Transit berapa lama bus akan datang? jawabannya beragam ada yang bilang sampai setengah jam, tapi rata-rata saya menunggu 10-15 menit dihalte samping masjid agung atau monpera. lalu bagaimana nasib mereka yang melalui rute yang lebih sulit misal (dari Kertapati/Plaju menuju Sako) yang sampai harus 2-3 kali transit? 

Jadi Bijakkah durasi transit menjadi 1 jam?

Tapi agaknya percuma kita mengkritisi terus menurus transmusi ini, Tak akan didengar. 
Di halaman facebook Transmusi  tertanggal 17 oktober iya membuat pengumman tentang kebijakan baru

adakah yang aneh? jika kita meruntut postingan transmusi sebelumnya, ini pertama kalinya Transmusi menggunakan huruf kapital secara keseluruhan. hal ini saya baca sebagai wujud depresi transmusi yang terpaksa membuat kebijakan ini. Ini penanda keputusan final yang tak bisa diganggu gugat lagi. kecuali mereka diberi subsidi.

Maksud hati ingin menegaskan kembali kebijakan tersebut hari ini, transmusi justru menunjukkan rencana gelapnya

bukan menuliskan 1 jam justru  transmusi memposting gambar 1/2 hour (Setengah Jam).akankah mereka menurunkan waktu durasi menjadi 1/2 jam lagi? lalu apa maksud warna merah? Api? 
Warna merah dan api menandakan amarah, bahaya. kewaspadaan, atau sesuatu yang buruk akan terajadi. Tapi saya membaca lebih lanjut setiap postingan agaknya mereka cenderung memprovokasi masyarakat.

Seperti kata "seharusnya durasi transit itu dimanfaatkan hanya untuk transit, bukan untuk jalan-jalan" 
etiskah kebebasan warga menghabiskan saldonya untuk jalan-jalan di kritisi? bukankah sebagai pengguna kita bebas memanfaatkan uang kita apakah untuk transit atau jalan-jalan? tak ada pelanggaraan masyarakat terhadap sistem yang dibuat.

Justru perkataan ini menjadi bumerang bagi transmusi, karena diawal peluncuran smartcard mereka sendiri yang menawarkan benefit/keuntungan dari memiliki smartcard itu, salah satunya durasi transit yang dapat dimanfaatkan masyarakat seperti untuk berjalan-jalan , berbelanja atau naik dari halte mana saja selama durasi transit berlangsung. bahkan sempat saya mendapati seorang pramugara yang menganalogikan memiliki smartcard sama seperti menginvestasikan emas hahaha(super pinter). sampai mereka sama seperti calo-calo terminal membujuk pelanggan untuk memiliki lebih dari 1 kartu, bahkan menganjurkan untuk dikoleksi?

Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa Transmusi terlihat kacau sekali

mereka salalu berkilah dua hal, pertama BBM Naik, dan kedua Transmusi adalah satu-satunya BRT yang tidak disubsidi pemerintah.
Lebih parah dari itu, ini soal politik dan keuntungan sejumlah pihak.

Tanggal 9 September lalu transmusi yang belum satu bulan menaikkan tarif transmusi dari Rp 4000 menjadi Rp 4500 membuat penguman bahwa awal oktober mereka hendak menaikan tarif kembali menjadi Rp5000. Tapi kenapa kebijakan yang lain muncul?
mereka telah menghitung, ketimbang menaikkan tarif menjadi Rp5000 menurunkan durasi transit menjadi 1 jam jauh lebih menguntungkan karena akan banyak pengguna yang kena Jebakan Durasi Transit (istilah ini saya buat untuk menggambarkan mereka yang akan membayar Rp 9000 karena habis durasi transitnya) akibat penurunan durasi transit ini.

Mengapa Transmusi tega malakukan itu kepada kita.
menurut analisis dangkal saya seperti ini.
Transmusi dibuat berkat regulasi dari walikota sebelumnya Eddy Santana. Transmusi digambarkan sebagai salah satu contoh kemajuan kota Palembang. Sedangkan yang menjadi walikota sekarang adalah Romi Herton yang sebelumnya adalah wakil walikota bersama Eddy. Namun Eddy Santana kalah suara saat mencalonkan diri menjadi Gubernur, suara di Sumsel Bahkan di Palembang cenderung memilih dua besar alex nurdin dan herman deru, karena popularitas Eddy yang kurang Romi Herton justru cenderung memihak Alex Nurdin Gubernur Incumbent, seolah berkhianat kepada Eddy Santana.

Ingatkah kisruh pilkada Palembang kemarin, ya Sarimuda menang tipis, namun Kubu Romi banding ke MK, dan Romi dimenangkan lewat MK, kala itu yang menjadi hakim sengketa pilkada ini adalah Akil Mochtar saat ini terjerat kasus suap, beberapa kecurangan sengketa pilkada.

Romi herton mulai mencopot satu persatu pejabat pemkot peninggalan Eddy Santana. salah satunya Direktur PT SP2J yang membawahi Transmusi. Namun tak memberi  solosi yang baik untuk transmusi, beberapa kali diajukan subsidi namun ditolak juga, bahkan sempat diancam ingin dipailitkan karena terus merugi.

Transmusi merasa penyebabnya adalah karena mereka bergabung bersama SP2J. dan kini transmusi berniat ingin berdiri sendiri. terlepas dari PT SP2J. 

kalau begitu apa artinya ini?
Bukankah transmusi milik kita? milik pemerintah? milik warga?. sayangnya bukan.
Transmusi bukan seperti kendaraan BRT di kota-kota lain yang dimiliki pemerintah, pemerintah hanya meregulasi dan memanfaatkannya saja. ibarat simbiosis mutalisme. Sedangkan sejak dari awal Transmusi adalah milik #KAPITALIS. aspek yang terpenting bagi mereka adalah keuntungan sebesar-besarnya. bukan pelayanan yang baik dan ideal.

ah sekian.

Tuesday, July 16, 2013

Beruntungnya tinggal di Indonesia (1 Ons )

Saya tidak termasuk orang yang menentang kenaikan BBM kemarin, meskipun tahu akibat semuanya, saya tetap optimis bahwa kondisi kedepan akan kembali stabil. memang dampaknya makin terasa apalagi dibulan puasa seperti sekarang, terlebih sebagai Videographer yang sering menerima job pernikahan, ataupun event, dibulan puasa ini kan sepi. 

Ditambah lagi kurs Dollar ke Rupiah sudah mencapati Rp 10.000/$, yang membuat tabungan saya makin hari nilainya makin kecil, sedangkan bidang kerja saya memerlukan banyak investasi perlengkapan yang kebanyakan barangnya  Impor  itu berarti harga jualnya akan mengikuti Dollar. Hikmahnya saya tidak usah pusing lagi buka Kalkulator kalau menghitung kurs Dollar ke Rupiah. cukup tambah atau kurangi angka 4 angka "0" ;p

Akibat kenaikan BBM transportasi pun naik,dan saya termasuk orang yang lebih suka berpergian dengan transportasi umum, di Palembang , tarif Bus TransMusi sudah naik menjadi Rp4500, dan rencananya akan dinaikan lagi menjadi Rp 5000. itu artinya jika anda terpaksa membeli SmartCard TransMusi (mungkin tertinggal dirumah, atau belum punya) seharga Rp 20.000 dengan saldo Rp 8000 tidak bisa lagi untuk pulang pergi.

Selain dampaknya pada tarif alat transportasi, Kenaikan harga BBM dan juga karena bulan puasa ikut memelambungkan harga-harga bahan pokok. Masalahnya disadari atau tidak justru konsumsi di bulan puasa apalagi menjelang lebaran nanti akan semakin besar. Misalnya saat tadi sore saat kewarung, harga cabe merah 1 ons nya sudah Rp 5000, dan harga bawang merah sudah Rp 6000 per ons nya, bahkan Cabe Rawit sudah mencapai Rp 12000 per Ons. Semoga masakan kita tetap sedap nan lezat ya.

Tapi inilah hikmahnya tinggal di Indonesia, kita harus tetap bersyukur karena di Indonesia 1 ONS = 100 gram, coba kalau anda tinggal di negara yang mengikuti Satuan Internasional seperti amerika dimana 1 ONS hanya 28,3 gram dan sering dibulatkan 28 gram saja. hahaha coba bayangkan jika di Indonesia ikut-ikut internasional dengan uang Rp 6000 anda hanya dapat mempu membeli beberapa butir bawang merah, atau beberapa cabe. setiap kali makan gorengan diwarung dengan cabe rawit anda kena Rp500 lagi. 
Sekarang saya jadi paham kenapa penjajah belanda betah banget ngerampok rempah-rempah di Indonesia dulu sampe 3,5 Abad Untung bangettt

Monday, April 2, 2012

Pertamax Naik, Premium Tetap?

Setelah demonstrasi diberbagai kota akhirnya pemerintah urung menaikan harga premium. Tapi kenapa Pertamax justru naik???

Saya rasa ini taktik pemerintah agar warga beralih ke Pertamax yang lebih mahal lagi, loh kenapa? bukannya malah premium justru diincar?
logikanya, premium diincar banyak orang, pengguna pertamax sebagian akan pindah ke premium dengan begitu stok premium akan lebih cepat habis, kecurigaan saya justru stok premium akan dibatasi lagi diluar sepengetahuan umum, ketika stok dikondisikan habis, maka dengan terpaksa orang akan membeli pertamax agar kendaraan tetap jalan. itu artinya pertamina akan menjual lebih mahal, dan untung.

kita lihat saja nanti...

Thursday, January 26, 2012

Twitter & TransMusi

Bus Rapid Transit di Indonesia memang masih dinilai kurang ideal, masih banyak kekurangan disana sini. Di Indonesia sendiri tercatat ada 10 BRT di beberapa kota besar seperti TransJakarta, Batik Solo Trans, TransSemarang, TransJogja, Trans Metro Bandung, Medan BRTS, Surabaya BRTS, Trans Metro Pekanbaru, Trans Pakuan (Bogor), dan TransMusi

Masalah yang sering di terima pengguna BRT adalah mengenai waktu tiba, dan lama perjalanan. Padahal BRT sangat diharapkan membantu warga dalam comuter sehari hari.agar lebih aman nyaman dan seperti namanya Rapid=cepat.

Di Palembang sendiri TransMusi memiliki masalah yang sama. waktu menunggu yang dinilai cukup lama terkadang hingga 20 menit bahkan lebih. dan hal ini cukup menjengkelkan. Transportasi unggulan ini pun kerap di caci maki.

Padahal, Warga kini mengalami dilematis kronis transportasi. Menggunakan kendaraan pribadi penuh resiko, biaya yang mahal, dan menjadi penyebab kemacetan dikota kota besar,transportasi umum yang kerap ugal-ugalan, dan kriminalitas diatas angkutan umum yang setiap hari ada-ada saja. memilih BRT justru akan dimakan waktu.

Mengharapkan pemerintah untuk bertindak memang sah-sah saja, tapi kita tidak bisa mengharap lebih. Karena mereka yang duduk dan mengatur transportasi belum tentu menggunakan transportasi itu seperti kita. Saya 99% yakin walikota atau kepala DisHub tidak naik transportasi umum seperti bus, angkot atau BRT menuju tempat kerjanya. Mereka yang mengatur transportasi dan memberi kebijakan transportasi tidak merasakan apa yang kita rasakan saat ini. Menunggu terlalu lama di halte, berhimpit-himpitan, atau ditodong didalam bus kota.

Yang bisa kita lakukan adalah membuat sebuah usaha bersama menanggulangi ini semua.
Lalu bagaiamana caranya?
Social Media seperti Twitter.
ya, anggap ini seperti informasi kedatangan, radio telekomunikasi yang menghubungkan antara para pengguna BRT. media ini akan lebih murah ketimbang mereka harus memasang radio disetiap halte atau memasang peta GPS yang mahal.

Sebagai contoh.
Tweps bisa memberi Hastag #TransMusi atau kata unik lainnya yang bisa menginformasikan tweps lainnya tentang kondisi transmusi yang mereka naiki saat ini
pada mesin Search Twitter kita bisa mencari kata Transmusi maka kita bisa melihat ratusan tweps mengenai transmusi, walau cara ini kita pun harus pintar-pintar memilah informasi yang tepat.

Ya, cara ini mungkin akan berhasil jika kita semua bisa bijak, dan tidak pelit memberi informasi.Dan akan lebih baik jika pramugara di TransMusi sendiri yang memberi informasi lewat twitter.
Dengan begitu masyarakat yang ingin menggunakan transportasi BRT akan lebih Sabar menunggu, atau memiliki persiapan waktu.

Potensi Twitter sebagai sosial media pemantau transportasi (transmusi)cukup besar, perkiraan saya lebih dari 16ribu pengguna twiter adalah orang palembang. ini dilihat dari jumlah folower akun-akun yang beridentik nama palembang seperti @PalembangTweet atau @infopalembang yang memiliki jumlah pengikut lebih dari 16ribu.




Wednesday, January 25, 2012

Dibalik Tiket TransMusi Anda

TransMusi, Bus Rapid Transit kebanggaan masyarakat Palembang memiliki sejarah tiket yang unik.
Pertama kali hadir(2009) TransMusi menggunakan tiket dengan kualitas yang baik, layaknya sebuah brosur tiket dicetak satu sisi, dengan tekstur yang licin dan berwarna, menampilkan dua Ikon kota Palembang yakni Jembatan Ampera dan Masjid Agung Palembang.
Namun akhirnya (Agustus 2010) TransMusi justru menggunakan tiket yang terbuat dari Kertas Foto Copy Warna (Hijau, Kuning, Biru, Merah Muda) dan menandai pergantian kata "Karcis Masuk" menjadi "Tiket Penumpang"

Nah diakhir tahun 2010 dan di awal tahun 2011, Tiket TransMusi berevolusi kembali, hadir dengan tiket yang sekaligus jadi kupon berhadiah. Jadi tiket transmusi tiap lembarnya terbagi dalam tiga bagian, bagian pertama tidak diberikan kepada penumpang, dua bagian lagi diberikan kepada penumpang, satu bagian yang bergambar logo PemKot Palembang dimasukkan kedalam kotak undian yang tersedia didalam bus, dan satu bagian lagi yang bergambar Ampera disimpan.

Setelah periode undian itu berakhir, tiket TransMusi semakin aneh, gambar ampera diperbesar dengan cara menarik gambar dari sisi dan bukan dari sudut, sehingga Ampera terlihat gendut.

Saat SeaGames Berlangsung Transmusi hadir dengan tiket baru Spesial SeaGames dimana tak ada gambar Jembatan Ampera. Dan mengembalikan tulisan "Tiket Penumpang" menjadi "Karcis Masuk".


Dan pada 12 Desember 2011 saat tarif transmusi naik menjadi Rp 4000.- tiket transmusi masih menggunakan tiket yang bertarif Rp3000 hanya diberi cap Rp 4.000. inilah yang menyedihkan.

Baru kemudian setelah berganti tahun, diawal januari 2011 tiket transmusi berubah, dengan cetak harga Rp 4000.

Namun di tiket yang baru kali ini saya menemukan keanehan, dan mengungkapkan sebuah fakta.

 "Ampera Pasar Pemasang Iklan"
kita bisa melihat Neon Box di pinggir jalan, dan dua buah Baliho di tower Ampera, gambar masih tetap sama dengan gambar ampera di tiket tiket lain yang dicetak di kertas warna. Neon Box saat itu digunakan untuk mengiklankan  merk Rokok, kemudian Baliho yang berada di tower digunakan untuk keperluan komersil dan politik. namun pada Agustus 2008 Baliho tersebut telah dicopot hingga saat ini. Kini NeonBox dan Baliho memang sudah tidak ada, namun kawasan disekitar ampera justru menjadi tempat promosi berbagai provider seluler, mulai dari atap pasar 16 ilir, tembok gedung, Plang nama toko, hingga banner banner. Jadi kesimpulannya gambar Ampera ini diambil pada tahun 2008

#Gambar Ampera Miror
terlihat Neon Name pasar 16 ilri


Ampera terlihat aneh, karena  terlihat gedung Pasar 16 Iliri dari sebelah kiri Ampera, padahal jika kita berada diseberang ulu seperti sudut pengambilan gambar ampera pada tiket ini, Pasar 16 iliri tak akan pernah bisa dilihat berada disebelah kiri sementera dihalangi oleh jembatan ampera, jad kesimpulannya gambar Ampera pada tiket ini dan beberapa tiket lainnyadicetak Miror/terbalik.

Lalu jika demikian, Apa Tujuannya? mungkinkah ini cara untuk menyamarkan tindakan pembajakan sebuah karya(foto) tanpa harus memberi royalti si pemilik foto tersebut?

Tuesday, November 29, 2011

Disini Jembatan Kutai Kartanegara Belum Ambruk

Berita mengenai ambruknya jembatan Kutai Kartanegara Tenggarong menimbulkan keprihatinan banyak orang, jembatan yang hanya berusia 10 tahunini ternyata roboh pada 26 November lalu, dan menawaskan 18 orang. Seharusnya jembatan megah ini dapat bertahan lebih lama.

Karena kejadian ini timbullah spekulasi bahwa pembangunan jembatan ini sarat aroma korupsi yang membuat jembatan ini sangat rapuh. Apalagi melihat sejarah pembangunan jembatan ini yang dibangun pada massa bupati Syaukani Hasan Rais, Pak Kanin (panggilan akrabnya) divonis oleh Pengadilan Tipikor pada 14 Desember 2007 dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan.

Jembatan ini baru dibangun dari tahun 1995 dan selesai pengerjaannya pada 2001 dengan Kontraktor PT Hutama Karya  dan baru diresmikan pada tahun 2002, sebelumnya jembatan ini diberi nama Jembatan Gerbang Dayaku, kemudian dirubah lagi menjadi Jembatan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau yang sering disebut sebagai Jembatan Kutai Kartanegara, dan karena melintasi Sungai Mahakam maka Jembatan ini juga disebut Jembatan Mahakam II. Jembatan ini juga pernah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Pemerintah RI karena dibangun oleh tenaga kerja lokal Indonesia.

Mungkin sebagian dari kita, terutama warga kalimantan timur, yang sering berlalu lalang dari Tenggarong ke Tenggarong Sebrang akan merindukan melewati jembatan itu lagi. Pemandangan yang disajikan saat melewati jembatan ini selain Sungai Mahakam yang termashur itu kita juga bisa melihat pulau yang berada ditengah sungai yaitu Pulau Kumala (Taman Rekreasi). 

Meskipun, faktanya jembatan ini telah ambruk, tetapi didunia maya jembatan ini masih kokoh berdiri. Hal itu dapat terlihat dari citra 3D Google Earth.Link





Kita masih bisa melihat lihat konstruksi jembatan secara utuh, melewati jalan rayanya yang terlihat kosong, bahkan naik keatas puncak jembatan yang bertuliskan "KARTANEGARA".
Semoga hal ini bukan hanya menjadi kenangan bagi kita, tetapi menjadi pelajaran yang berarti. 

Pesan saya kepada pemerintah: Tolong kembali perhatikan keadaan jembatan-jembatan yang ada diseluruh Indonesia, termasuk jembatan Ampera di kota Palembang, apakah perlu di renovasi kembali, mengingat kejadian tahun lalu saat dibawah jembatan Ampera terjadi kebakaran kabarnya kekuatan Baja jembatan telah berkurang. Bahkan bila saya berjalan kaki melewati jembatan itu, saya merasa jembatan Ampera terasa bergetar/sedikit bergoyang apalagi saat lalu lintas sangat ramai/macet getaran jembatan sangat terasa.




Tuesday, November 15, 2011

Penerapan SmartCard TransMusi Molor

Setelah rencananya transmusi Akan segera menerpakan SmartCard sebagai Sistem pembayaran sebelum pelaksanaan SeaGames, namun fakta di lapangan menunjukan hingga hari ini (hari ke 6 pelaksanaan SeaGames) realisasi SmartCard dinilai "Nihil". Terbukti dari belum adanya penumpang yang menggunakan SmartCard  sebagai alat pembayaran.

Bahkan Box mesin pembaca SmartCard banyak dinilai warga pengguna tidak efektif. Mesin-mesin yang dianggarkan Rp 2miliar itu justru mempersulit warga untuk mendapatkan tempat berdiri saat TransMusi penuh penumpang.

Wednesday, November 9, 2011

Palembang The Explorer

Setelah mendapat masukan dari beberapa pihak, akhirnya Halte TransMusi memiliki Peta Koridor yang baik, meski untuk saat ini, belum semua Halte memiliki Peta tersebut.

Peta ini akan membantu masyarakat maupun turis untuk menjelajah Kota Palembang

Friday, November 4, 2011

Palembang Perlu Peta

Palembang sebagai kota penyelenggara SeaGames dipersiapkan untuk menyambut tamu-tamu lokal bahkan internasional. Namun sayang beberapa kelengkapan penunjang turis-turis tersebut dinilai tidak memenuhi. salah satunya adalah Peta.

Menurut hasil pantauan saya, saat ini Palembang belum memiliki peta yang layak. Baik itu jalur/koridor TransMusi,  ataupun peta jalan dan lokasi. Di Gramedia dan toko buku juga alat-alat kantor dan sekolah, Peta Palembang yang sering dijual adalah Peta lama. keterangan indeksnya pun sudah tidak uptodate.
Dan kita tak akan bertemu Peta lokasi di jalanan kota Palembang saat ini, yang ada hanya Iklan iklan produk saja, atau baliho milik pemerintah. Hal ini juga kadang membuat beberapa warga kota Palembang pun tidak tahu lokasi lokasi tertentu, ataupun jalan-jalan dikotanya.



Yang lebih parah adalah, pihak TransMusi, sebagai Bus yang direncanakan akan menghapus Bus Kota, dihampir setiap haltenya tidak memiliki Peta Jalur Koridor TransMusi, beberapa Halte memang memiliki poster peta Koridor, namun peta tersebut adalah Peta pertama saat TransMusi hanya memiliki dua Koridor yaitu hanya Rute terminal Alang-alang Lebar - Ampera dan Terminal Sako - PIM. kondisinya pun sangat memprihatinkan. Padahal sekarang TransMusi sudah memiliki 7 koridor atau 5 tambahan koridor lagi yakni Plaju-PSmall, jakabaring-kertapati, Bandara-terminal alang-alang lebar, dua koridor berikutnya belum saya coba yakni Karya Jaya-Unsri, dan Alang-alang Lebar-Pangkalan Balai.
Peta Koridor  dari tahun 2010
Sempat saya berpikir kondisi ini akan segera di perbaiki menjelang SeaGames. Dan akhirnya di banyak koridor di pasang banner SeaGames


Namun sayangnya, peta pada banner tersibut tidak bisa kita sebut sebagai peta yang baik, terutama jika di pasang di Halte TransMusi, Tak ada peta koridor/jalur lintas TransMusi. Gambarnya pun tidak mempresentasikan kondisi sesusungguhnya jalanan di Kota palembang. Pada peta ini hanya menunjukkan lokasi penyelenggaraan cabang olahraga yang disebar dan jenis olahraga yang akan di lombakan.
Jalan Demang Lebar Daun
bahkan ada yang salah dalam penulisan nama lokasi seperti penulisan nama hotel, seharusnya nama hotel tempat terselenggaraanya olahraga Catur adalah Hotel Swarna Dwipa tapi pada peta  ini justru tertulis Hotel Swarnadipa.



Peta sangat diperlukan bagi pengunjung, peta dapat membantu mereka untuk menentukan posisi mereka berada , atau bagaimana mereka dapat menuju tempat tertentu, dan juga menggambarkan kondisi Kota yang sesungguhnya, Dibeberapa Kota besar  peta umumnya berada lokasi yang sangat mudah terlihat. baik itu berupa Billboard, Poster, atau pun papan pemberitahuan. Selain tempat tempat umum, seperti taman, sudut jalan. Peta juga berada di halte, shelter, Terminal, Stasiun, maupun Bandara/air port.

Kekurangan Peta sebagai navigasi disuatu kota, kadang membuat urung traveler untuk mengunjungi sebuah kota. Kekhawatiran mereka adalah tidak bisa membayangkan  kondisi sesungguhnya kota yang akan mereka singgahi.

Jika anda bingung untuk berkunjung atau menjelajah Kota Palembang. Jangan khawatir, ada beberapa tips bagi anda.
1. Tanyalah saja kepada orang disekitar anda tempat tujuan anda, dan dengan apa anda bisa menempuh lokasi tersebut.
2. Jika menggunakan jasa TransMusi, anda tanya saja kepada Pramugara loksi tujuan anda.
3. Anda bisa mendapatkan Peta, dengan searching ke maps.google.com atau www.bing.com/maps/
4. Jika anda tiba di Bandara, minta saja dibagian informasi, apakah mereka menyediakan Peta kota palembang dan event.

Sunday, October 23, 2011

Bus Kota Vs TransMusi

Saya adalah pengguna moda transportasi Bus, baik bus kota maupun TransMusi, Postingan kali ini saya akan sedikit curhat tentang kondisi transportasi masal yang populer di masyarakat kota Palembang ini. Mulai dari berita buruk sampai berita bagusnya.

Bus Kota "Jet Coasternya Palembang"
Gelar ini saya pinjam dari sebutan seorang teman yang sangat suka naek Bus Kota, Suatu kelebihan yang dimiliki Bus Kota yang belum dimiliki oleh TransMusi adalah waktu tempuhnya. Jika saya tinggal di km12 dan ingin menuju Kampus di Plaju, waktu tempuh hanya kurang lebih 50menit. Bahkan jika tidak ada kemacetan, waktu tempuh hanya sekitar 40 menit saja. Hal ini terbalik dengan TransMusi yang disebut sebutu sebagai BRT alias Bus Rapid Transit. Kata Rapid yang mengidentikan Cepat ini nyatanya lebih lama. Jika saya dari daerah Km 12 menuju Kampus saya di Plaju waktu tempuh yang dipakai bisa mencapai satu jam lebih. Kecepatan dan ongkosnya yang lebih murah (Rp 2000.-) pun menjadi alasan Jet Coaster Palembang ini tetap diminati.
Tapi, saya memiliki banyak catatan buruk untuk transportasi ini, antara lain.
1. kurangnya kenyamanan dan Keamanan.
2. Pengemis, pengamen, bahkan Penyair yang syairnya kayak mau Nodong penumpang memilih Bus Kota sebagai tempat penghasilannya.
3. Jika Sepi penumpang, atau terjadi kemacetan panjang, bus Kota kerap menurunkan paksa penumpangnya. dengan uang ganti rugi separuhnya saja. Uang itu jelas tidak cukup untuk naek kendaraan kedua kalinya.

Nah, pengalaman beberapa hari yang lalu adalah ketika saya naek bus kota hendak kekampus, saya biasanya memilih bangku sebelah kanan, karena memiliki space yang lebih luas untuk kaki saya yang panjang.Tapi  Tiba tiba, saya kaget, disebalah triplek yang menjadi dinding kanan bus itu tiba tiba mengeluarkan asap hitam.  dalam benak saya, bus ini akan terbakar. Tapi saya berusaha untuk tidak langsung cemas dan menyelidiki penyebabnya secara sepintas saja. Apakah ini kerusakan mesin? atau ada yang membakar sesuatu dibalik triplek yang separuh terbuka itu. Khawatir tiba tiba meledak bus itu. saya memilih untuk pindah tempat duduk.  yang lebih aman dan memiliki jalur evakuasi yang lebih cepat. Saya pun tak mau langsung membuat cemas penumpang lain yang hanya sekitar 5 orang saja saat itu. Ternyata asap itu timbul jika bus baru akan jalan saat berhenti untuk menaik atau turunkan penumpang. Jadi kesimpulannya asap knalpot lah yang masuk kedalam ruang bus. mungkin Knalpot bocor. Saat itu saya agak sedikit lega. Tetapi hal ini bukan urusan yang sepele sebenarnya. Gas pembuangan BBM itu sangat berbahaya jika terhirup, salah satu gas beracun Carbon Monoksida (CO). gas inilah yang sering digunakan orang untuk bunuh diri didalam mobil seperti di film film. Katanya sih sering sering menghirup polusi, bisa buat otak agak dung dung. haha.
wanita ini bahkan terpaksa bermaskerkan sapu tangan



dari triplek dinding bus inilah muncul Asap tebal (gak keliatan)

Beberapa Tips jika ingin naek bus kota adalah :
1. Jaga barang anda masing masing, jika terpaksa berdiri,taruhlah tas anda dibagian depan. Waspada, dan janga biasakan tertidur didalam bus apalagi tidak didampingi teman.
2. Jika anda bisa memilih tempat duduk, Pilih saja tempat duduk sebelah kiri , bangku bagian kiri memungkinkan anda lebih sedikit menghirup gas berbahaya dari pembakaran bbm dan polusi. Karena umumnya knalpot terletak diseblah kanan. sedangkan disebalah kiri anda akan lebih sering dekat dengan pepohonan. (hipotesis kecil)
3. Jika anda sudah merasa tak nyaman, jangan segan segan untuk pindah kendaraan.
4. Kalo musik yang dipasang Sopir terlalu keras. Tutup saja telinga anda, atau teriakin aja tuh sopir."Bang, mau budeg-budeg sendiri, jangan ngajak-ngajak(kata-kata ini tidak direkomendasikan)" karena menurut hasil survey saya sih. Sopir Bus yang suka pasang musik keras keras itu Budegk/Tuli termasuk kondektur/kernetnya.

TransMusi "ANYAM"
ANYAM alias Aman, Nyaman,dan Mahal. hahaha.
Sebenarnya BRT ini lebih cepat ketimbang Bus Kota. rata rata kecepatannya 40km/jam jika kita naek satu jurusan. tanpa transit, misalnya dari Km12 ke Pasar 16. jelas waktu tempuhnya lebih singkat daripada bus kota. Namun, karena armadanya yang masih sedikit dan kita harus menunggu hadirnya TransMusi dihalte, juga waktu tunggu lagi di Halte transit yang terkadang penuh sesak. membuat TransMusi berasa Lahmaaa...

hampir setiap hari saya menggunakan Transportasi ini. karena anda tahu sendiri, Palembang ini puanas buangetttt. oh ya, saya punya kabar baik dan buruk tentang armada ini.
Pertama, Bagi kamu yang pulang malem, semenjak awal bulan oktober ini, kalian sudah bisa menikmati transmusi malam ini hingga pukul 22:00. Kabar Buruknya, maaf, kalian harus menunggu hingga 20 sampai 30 menit untuk menemui bus ini. ini lebih lama 4 kali lipat jika dibandingkan dengan waktu siang. karena Armada yang di oprasikan saat malam hanya sedikit, menurut info yang saya dapat dari pramugara hanya 4 armada tiap koridornya.
Kedua, saat penyelenggaraan SeaGames nanti, armada malam akan diperbanyak, dan bagi warga Palembang siap siap punya SmartCard pengganti karcis kertas yang selama ini dipakai. Namun meski nantinya smartcard ini diberlakukan, penggunaan karcis kertas pun masih tetap diterapkan. Kabar Buruknya Tarif TransMusi akan naik menjadi Rp 4.000,- (kata seorang pramugara) hwaaaa.

Mesin Pembaca SmartCard Ticket  (masih dalam bentuk pengenalan)

Mengenai kenaikan tarif ini, jelas sangat membebani masyarakat. sebut saja, saya yang mahasiswa, saya akan membayar 8 ribu perhari untuk pergi dan pulang. itu sama saja dengan ongkos bus saya pulang pergi selama dua hari. belum lagi ditambah ongkos ojek.
memang benar, apa yang sering disebut Ada Harga Ada Rupa. fasilitas yang yang diterapkan transmusi memang nyaman dan aman. tetapi dengan harga Seperti itu rasanya tidaklah berimbang. Mengingat Pelayanan TransMusi pun masih kurang, terutama kurangnya armada yang beroprasi yang menyebabkan tumpukan manusia luar biasa di halte halte saat jam jam sibuk. Masyarakat terpaksa begelantungan dan berhimpitan ketika Bus penuh.
membandingkan dengan didaerah lain saja. harga Rp 4.000,- saja sangatlah mahal. Jakarta yang luas wilayahnya hampir 7 kali lipat luas Palembang, hanya menerapkan Rp 3.500. bahkan pada jam 05:00 hingga 07:00  TransJakarta hanya menerapkan tarif Rp 2000 saja. sedangkan di kota kota lain tarifnya rata rata hanya Rp 3.000,-
Namun, Alasan yang saya terima dari seorang pramugara jurusan Sako-PIM, itu karena TransMusi merugi jika masih diterapkan tarif yang selama ini, TransMusi harus bisa membiayai sendiri pengoprasionalannya karena Pemerintah Kota Palembang tidak mensubsidi.

Belum lagi,No SMS 082177759966  pengaduan yang ditempel didalam Bus tidak pernah memberikan balasan ataupun respon.

memang kenaikan tarif ini masih dalam rencana dan wacana. Tetapi semoga hal ini pun masih dapat dipertimbangkan.
Lalu Bagaimana babak selanjut TransMusi ini???


Tuesday, September 20, 2011

TransMusi atau TransPalembang?

Jika di Jakarta ada TransJakarta, di Jogjakarta ada TransJogja, di semarang, ada TransSemarang, Di medan ada Medan BRTS, di Pekanbaru Ada Trans Metro Pekanbaru, dan lain lain. Palembang memiliki nama BRT (Bus Rapid Transit) yang unik , "TransMusi" . Saya sebut unik karena Menggunakan nama Musi yang merupakan nama Sungai yang berada di Sumatera Selatan. Bukan TransPalembang. Bandingkan dengan nama BRT lain yang umumnya menggunakan nama Kota.
(Sumber Foto :Buletinmetropolis.com)




(doc:pribadi)

Tapi keunikan ini menurut saya agak keliru.  Secara harfiah, kata Trans merujuk pada istilah transit atau perpindahan dari satu tempat ketempat yang lain. Jika digandengkan dengan nama kota mis; TransJakarta berarti melayani perpindahan (transit)dari tempat satu ketempat lain di Kota Jakarta.
JadiTransMusi? harusnya kendaraan ini bergerak di sungai Musi. dan bukan didarat. Tak hanya melayani trayek dalam kota Palembang saja, tapi sepanjang jalur sungai Musi.

Mungkin karena ingin membangun imej bahwa Palembang masih tetap sebagai Kota Sungai. Nama Musi dipakai untuk BRT satu ini. Anekdotnya sih Ketika Palembang musim hujan, jalanan akan menjadi Sungai. ya sebut saja Sungai Musi Cabang Burlian saat Jl Kol H. Burlian banjir berkilo kilo meter.

Tapi, perlu diketahui TransMusi juga memiliki Water Bus/Bus Air. yang melayani rute Ampera-Lais, Ampera-Jakabaring dan Ampera-Gandus. Tapi kendaraan ini tidak populer di masyarakat meski sudah diluncurkan sejak maret 2010. Bahkan banyak Warga Palembang tidak mengetahui tentang bus air ini. Bus air TransMusi pun dikabarkan merugi, karena besarnya pengeluaran yang tak berimbang dengan pemasukan yang mereka dapat. Apakah anda sudah mencoba Bus Air ini?
Sumber Foto: skyscrapercity.com

Memang sejarah yang kita pelajari mengatakan  masyarakat kota Palembang adalah masyarakat sungai. kehidupannya tergantung dengan sungai, bahkan pernah dijuluki sebagai Venice Van Sumatra. Nama Palembanga pun diambil dari dua Kata Pal(tempat yang banyak air) dan Lembang(tempat banyak Bunga) dan ikon sungai Musi yang digaungkan pemerintah mulai dari Visit Musi , MusiGas (SPBU Gas)hingga Trans Musi kini. Tetapi faktanya justru menunjukkan masyarakat Palembang sudah bergeser menjadi masyarakat Kota "Daratan" dan sangat jauh dari kesan Masyarakat Sungai.
Apakah anda sering berwisata air di Palembang? naik Getek/ketek? bus Air? mancing di Sungai Musi? atau Sekedar makan diRifer Side/rumah makan terapung?
Padahal mungkin dengan cara itu kita bisa menunjukkan bahwa Palembang adalah Kota Sungai (Musi) yang melegenda itu.