Sunday, December 4, 2011

Digital Printing Dengan Transfer Paper

Digital Printing atau yang kadang kita sebut dengan Sablon digital sekarang sangat diminati karena kesimplean, kemudahan dan hasilnya. Bayangkan kita tidak perlu lagi mengotori tubuh kita dengan cat cat sablon, dan mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyablon sebuah gambar pada Tshirt seperti yang kita lakukan pada sablon dengan rakel, Warna yang dihasilkanpun bisa lebih banyak ketimbang menggunakan cat cat sablon.

Kepada pelanggan,biasanya saya akan memberitahu apa kekurangan dan kelebihan dari produk sablon (printing) yang saya berikan. Ini ditujukan agar konsumen lebih mengetahui lebih dalam produk yang akan mereka pesan.

Pada tulisan kali ini, saya akan menjelaskan tentang salah satu produk di ImajieCraft yang paling laris, yaitu Sablon T-shirt dengan Transfer Paper. Produk ini sangat laris, karena pelanggan sering menginginkan hasil yang cepat, kreatif, dan langsung memuaskan sesuai keinginan mereka..
Sablon TransferPaper adalah teknik menyablon baju dengan menggunakan kertas khusus yang disebut TransferPaper, TransferPaper ada dua jenis Dark dan Light, TransferPaper Dark digunakan pada T-shirt berwarna gelap, sedangkan transferpaper Light hanya dapat digunakan untuk T-shirt berwarna terang. Untuk hasil antara TP Dark dan TP Light memiliki perbedaan dan juga kelebihan dan kelemahannya masing masing.


TransferPaper Dark memiliki hasil yang menyerupai Sablon dengan Cat Rubber, bersifat elastis seperti karet,dan menutup pori pori T-shirt. Dan menurut saya, TP Dark sebenarnya cocok juga diaplikasikan pada T-shirt berwarna terang seperti putih. Hanya saja warna putih yang tertransfer pada T-shirt tidaklah sama dengan warna T-shirt melainkan agak krem. TP Dark sangat sering digunakan karena T-shirt yang sering menjadi favorit remaja adalah yang berwarna, hal ini yang mungkin membuat TP Dark harganya sering naik, dan langka untuk dicari. beberapa kali saya harus kebingungan untuk mencari dimana lagi TP Dark terutama di Palembang.
Kelebihan dari TP Dark antara lain;
1. Hasilnya menyerupai sablon yang kebanyakan dijual, elastis seperti karet layaknya Sablon dengan cat rubber, sehingga hasilnya lebih familiar kita gunakan.
2. Kita bisa menyablon gambar apa saja, tanpa perlu membuat pola seperti Sablon dengan rakel (Manual).

Kekurangan
1. TP Dark lebih mahal dari TP Light, dan kerap langka dipasaran
2. Saat kita menyablon warna Putih hasilnya tak Seputih yang kita inginkan karena saat kita cetak warna putih, printer sebenarnya tidak memberikan warna pada kertas, dan warna dasar kertas ini sendiri agak krem.
3. Ketika sudah lama dipakai dan sering dicuci (sekitar 20xan cuci) hasil sablon akan memudar, bentuknya pun akan berkerut, ini disebabkan oleh sifatnya yang seperti karet, sehingga dapat memuai, kerapatan karetnya pun berkurang dan melepaskan beberapa partikel tinta yang lemah kemudian karet akan mengkerut.

Nah, untuk kekurangan dari TP Dark ini, saya memiliki beberapa tips agar T-shirt anda awet.
1. Jangan mencucinya dengan mengucek, atau menyikat pada sablon.
2. jangan sebaiknya hanya diangin anginkan saja saat pengeringan baju. karena jika dijemur pada panas matahari hasilnya akan lebih cepat memuai.
3. Saat menyetrika, sebaiknya kaos disetrika dari arah dalam pakaian dan jangan langsung mengenai hasil sablon.
4. Dari kekurangan tersebut sebenarnya justru TP Dark memiliki kelebihan, yakni saat mengkerut hasil sablon justru lebih mudah untuk dikelupas. Sehingga anda bisa menyablon lagi. (Teman anda tidak akan tahu jika itu T-shirt lama anda).

TransferPaper Light, Dari namanya kita akan tahu jika transferpaper yang ini  hanya dikhususkan bagi kaos berwarna terang, dan hanya diutamakan untuk kaos berwarna putih. Hasil yang diperoleh dari sablon dengan TP Light sangat jelas, warnanya Bright. Nah, jika pada TP Dark kertas yang berwarna putih ditransfer pada koas maka warnanya agak ke Krem, TP Light menghasilkan warna yang transparan, sehingga warnanya akan menyatu dengan warna dasar kaos. Namun hasilnya pun tidak elastis, agak kaku. TP Light juga terdiri dari dua jenis, yakni yang dikelupas saat dingin, dan dikelupas saat masih panas.
Pertama, TP Light yang saat ditransfer pada kaos harus mengelupaskan kertasnya ketika dingin, TP Light jenis ini menghasilkan gambar yang nyaris sempurna tanpa cacat.Namun lebih kaku untuk hasil.
Kedua, TP Light yang saat ditransfer pada kaos harus segera mengelupaskan kertasnya ketika masih panas. TP Ligh jenis ini lebih bagus untuk hasil yang lebih tahan lama. namun perlu kehati-hatian saat mengelupasnya, karena kadang  saat dikelupas beberapa bagian masih menempel dikertas dan tidak tertransfer. Hasilnya cukup bagus, lebih tebal, tidak terlalu kaku, dan jika dicuci tidak terlalu retak retak.

Kelebihan TP Light
1. Harganya lebih murah dari TP Dark.
2. Untuk saat ini stok TP Light dipasaran relatif aman tidak sesulit mencari TP Dark.
3. warna yang dihasilkan lebih terang, dan relatif tidak memudar meskipun berkali kali dicuci.
4. TP Light cocok digunakan untuk T-shirt kegiatan ataupun event, karena pengerjaannya cepat, dan lebih murah.

Kelemahan
1. hanya bisa di kaos terang saja, terutama putih.
2. Suhu transfer lebih tinggi ketimbang TP Dark
3. untuk TP Light yang dikelupas saat dingin, cenderung retak retak setelah berulang kali dicuci.
4. untuk TP Light yang dikelupas ketika panas, kadang gambar tidak tertransfer keseluruhan, sehingga akan meninggalkan cacat.

Beberapa kelemahan tersebut masih bisa ditanggulangi dengan perwatan yang baik, seperti jangan mengucek kaos, gosok kaos dari bagian dalam, dan jangan digunakan untuk tidur.





Tuesday, November 29, 2011

Disini Jembatan Kutai Kartanegara Belum Ambruk

Berita mengenai ambruknya jembatan Kutai Kartanegara Tenggarong menimbulkan keprihatinan banyak orang, jembatan yang hanya berusia 10 tahunini ternyata roboh pada 26 November lalu, dan menawaskan 18 orang. Seharusnya jembatan megah ini dapat bertahan lebih lama.

Karena kejadian ini timbullah spekulasi bahwa pembangunan jembatan ini sarat aroma korupsi yang membuat jembatan ini sangat rapuh. Apalagi melihat sejarah pembangunan jembatan ini yang dibangun pada massa bupati Syaukani Hasan Rais, Pak Kanin (panggilan akrabnya) divonis oleh Pengadilan Tipikor pada 14 Desember 2007 dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan.

Jembatan ini baru dibangun dari tahun 1995 dan selesai pengerjaannya pada 2001 dengan Kontraktor PT Hutama Karya  dan baru diresmikan pada tahun 2002, sebelumnya jembatan ini diberi nama Jembatan Gerbang Dayaku, kemudian dirubah lagi menjadi Jembatan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau yang sering disebut sebagai Jembatan Kutai Kartanegara, dan karena melintasi Sungai Mahakam maka Jembatan ini juga disebut Jembatan Mahakam II. Jembatan ini juga pernah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Pemerintah RI karena dibangun oleh tenaga kerja lokal Indonesia.

Mungkin sebagian dari kita, terutama warga kalimantan timur, yang sering berlalu lalang dari Tenggarong ke Tenggarong Sebrang akan merindukan melewati jembatan itu lagi. Pemandangan yang disajikan saat melewati jembatan ini selain Sungai Mahakam yang termashur itu kita juga bisa melihat pulau yang berada ditengah sungai yaitu Pulau Kumala (Taman Rekreasi). 

Meskipun, faktanya jembatan ini telah ambruk, tetapi didunia maya jembatan ini masih kokoh berdiri. Hal itu dapat terlihat dari citra 3D Google Earth.Link





Kita masih bisa melihat lihat konstruksi jembatan secara utuh, melewati jalan rayanya yang terlihat kosong, bahkan naik keatas puncak jembatan yang bertuliskan "KARTANEGARA".
Semoga hal ini bukan hanya menjadi kenangan bagi kita, tetapi menjadi pelajaran yang berarti. 

Pesan saya kepada pemerintah: Tolong kembali perhatikan keadaan jembatan-jembatan yang ada diseluruh Indonesia, termasuk jembatan Ampera di kota Palembang, apakah perlu di renovasi kembali, mengingat kejadian tahun lalu saat dibawah jembatan Ampera terjadi kebakaran kabarnya kekuatan Baja jembatan telah berkurang. Bahkan bila saya berjalan kaki melewati jembatan itu, saya merasa jembatan Ampera terasa bergetar/sedikit bergoyang apalagi saat lalu lintas sangat ramai/macet getaran jembatan sangat terasa.




Friday, November 25, 2011

Selamat Jalan Teman Sepetualangan

Lidah ini keluh sungguhnya, mengingat teman seperjalanan dan sepetualangan hilang.
Anda tak perlu risaukan kesedihan saya ini, karena yang hilang bukan orang melainkan hanya kamera, kamera camcorder  merk GrandVision CoolDV Z10 (sebuah merk kamera yang asing) yang telah menemani saya selama tiga tahun kini tak tahu lagi dimana rimbanya.
Kejadian bermula saat saya mau meliput suasana Jakabaring usai Closing Ceremony Sea Games (Rabu, 23 November), tiba tiba saat saya mau mengeluarkan kamera dari tas. Saya mendapati tas telah terbuka, dan kamera hilang. Mungkin dicuri saat didalam Bus.
haaah, dari kamera itu saya telah membuat film amatir pertama saya. dari kamera itu saya mulai sering posting di blog, banyak foto foto yang di unggah di blog ini adalah hasil dari kamera tersebut.
Kamera tersebut memang murah, kecil, dan minim fitur. Tapi dari kamera itu saya sudah banyak merangkai cerita dan mengabadikan momen penting termasuk demo bersejarah di kampus yang pertama kali terjadi dikampusku.
Kamera itu telah menemani perjalanan dan petualangan saya selama ini.
Camcorder itu terbukti tangguh menghadapi medan yang keras. Hujan, Panas, Pantai, Demonstrasi.
yah, Selamat jalan teman, semangat bersamamu takkan pernah kulupakan.

Sayangnya saya belum pernah sempat memfoto tampilan kamera camcorder saya itu. Namun, jika anda mendapat kamera yang bertampilan gambar siluet saya dipantai seperti gambar dibawah ini. maka itulah kamera saya.
Dimana kau berada Teman??

Gambar tersebut akan muncul saat LCD Camcorder dibuka. atau saat Camcorder baru dinyalakan.

Monday, November 21, 2011

I'M Sorry Angelique Widjaja

Perhelatan SeaGames yang berlangsung di Kota Palembang ternyata membuat teman teman saya yang ada di Jurusan Public Relations mendapat PR dari dosen mata kuliah MC dan Protokoler untuk membuat liputan apapun yang berkaitan dengan SeaGames ke 26 ini.
Dan ternyata saya pun kecipratan sibuk, dikarenakan beberapa teman mengajak saya untuk membantu tugas mereka. Saya diminta menjadi cameraman dan editor . Mengasyikan juga sebenarnya tugas mereka itu, mereka seolah-olah menjadi reporter TV , dan bagi saya hal ini seperti latihan saya menjadi wartawan dan editor berita Televisi, Bedanya kami adalah Reporternya banyak dan cameraman hanya satu, alhasil saya mondar mandir kesana kemari, dari teman yang satu keteman yang lain.
Tapi ada satu liputan yang membuat saya merasa seperti Wartawan TV sungguhan. Yaitu  kemarin saat saya meliput bersama Haris Wijaya di Lapangan Tennis Bukit Asam yang masih satu kompleks dalam Jakabaring Sport City  Palembang. Tadinya kami hanya mau meliput pertandingan dan mewawancarai penonton, tapi saat melewati Medical Room dimana atlet beristirahat terbesit dari pikiran Haris untuk meliput salah satu atlit.

Saat itu waktu sudah sore dan hujan gerimis, pertandingan Tennis yang mempertandingkan Indonesia Vs Thailand yang diwakili oleh Christoper Rungkat(INA) dan Danai Udomchoke (Thai) diundur hingga hujan reda. Tadinya kami ingin meliput Crishtoper Rungkat atau Danai Udomchoke di Medical Room namun saat kami didepan pintu, seorang wanita mungil keluar dengan topi yang membuat saya mesti harus sedikit merunduk untuk melihat wajahnya.
Haris : mbak, bisa saya mewawancarai Angelique Widjaja?(saat itu terlihat Angelique ada didalam ruangan bersama pemain thailand lainnya)
wanita mungil: oh, Sorry.. I can't Speak Indonesia.
Haris : where you from?
Wanita mungil: I'm from Thailand.
wow, wajahnya Palembang banget, jadi kami yang ada disana gak ada nyangka kalau dia Cewek Thailand.
tiba tiba, Haris justru kembali menawarkan diri untuk mewawancarai Udomchoke. Tadinya gadis Thailand itu seperti menolak, tapi saat dijelaskan kami dari media (Bohong).
Cewek Thailand Mungil : How Long?
Haris : five minute?
Cewek Thailand Mungil: Oke, wait. (ia masuk keruangan segera kembali menemui kami) Sorry,you can't, He is Sleep.
Dan saya menduga cewek Thailand ini adalah official Thailand, karena kami tetap tidak diperbolehkan masuk.
kami masih didepan medical room, dan tiba tiba seorang bapak bilang "masuk aja, kalian kan dari media".
kata-kata itu menambah keberanian kami untuk membuka pintu dan langsung menumi Anggelique Widjaja yang sedang tidur tiduran di sofa.
Angelique yang menyadari kehadiran kami segera bangun dan menjawab sapaan kami. Dan bersedia untuk kami wawancarai.


Saya merasa Angelique percaya kalau kami benar benar wartawan dari media televisi. Karena saya membawa Camcorder SemiPro Sony. dan Haris menggalungka IDCard media SeaGames (Milik temannya).
Sepertinya gaya kami sudah sangat mirip dengan wartawan Tv saat itu, saya dengan gaya rambut panjang memanggul kamera, Haris dengan mic karaoke yang sebenarnya cuma untuk gaya dan gak nyambung sama sekali dengan kamera berhasil mewawancarai Petennis Nasional yang pernah menjuarai International Junior Wimbledon tahun 2001
Maaf ya Mbak Angelique, kami bo'ong kemaren. Terima kasih sudah mau kami wawancarai.

Dan satu hal yang membuat saya sedikit menyesal, yaitu karena saya gak sempat nanyain akun twitter Cewek Thailand Mungil itu.

Friday, November 18, 2011

Media Provokatif

Penyelenggaraan SeaGames ternyata tak hanya bersemangat Nasionalisme, tetapi dibawa kedalam ajang gengsi dan Etnosentrisme. Dikhawatirkannya, semangat nasionalis kebablasan yang sering diwujudkan oleh bangsa kita dapat berakibat pandangan buruk dan perspektif negatif negara lain terhadap Indonesia. Ulah Suporter yang sering melecehkan negara lain saat pertandingan, misalnya menyoraki "Sorakan penghinaan" pemain atau kadang mengejek Lagu bangsa lain di arena sebenarnya sangat disayangkan. Itu merupakan sikap buruk yang seharusnya tak boleh di tunjukkan oleh Bangsa yang santun.

Lebih disayangkan lagi beberapa media terkesan memprovokasi sebuah berita olahraga menjadi isu panas yang ingin diglindingkan kepada masyarakat seperti bola salju. Salah satu contoh yang saya ambil adalah MetroTv. Menjelang pertandingan Grup A Sepak Bola Sea Games antara Indonesia Vs Malaysia, MetroTv membuat sebuah liputan prapertandingan, yang menghadirkan beberapa tokoh. Namun yang sangat tidak etis dalam penyangan tersebut ada dua hal,

Pertama, "Judul"
Dalam tayangan ini jelas diberi judul "Dukung Garuda Ganyang Malaysia", judul itu sangat provokatif, mengesankan bahwa pertandingan bola = perang.

Padahal seharusnya MetroTv tau, media mereka saat ini bukan hanya ditonton oleh warga indonesia saja, saat ini sedang di laksanakan SeaGames yang merupakan ajang olahraga terbesar seAsia Tenggara, juga KTT ASEAN di Bali. Banyak mata akan tertuju pada Indonesia.
Padahal Indonesia sedang membangun citra yang baik sebagai pemimpin dan contoh baik di negara ASEAN.
Rasanya judul tersebut tak layak dan tak santun dikeluarkan oleh sebuah lembaga Media besar seperti MetroTv.



Kedua, "Gambar Latar"
Sedikit lucu memang, jika gambar latar pada berita tersebut bukan menggambarkan burung Garuda Pancasila yang menjadi lambang negara Indonesia. Melainkan gambar cover film "Paksa wayu", film Thailand garapan Monthon Arayangkoon. Secara umum film ini juga dikenal dengan nama"Garuda". Coba Bandingkan beberapa gambar dibawah ini

jika diperhatikan dengan seksama latar dalam seting tayangan MetroTv ternyata mengambil cover film Paksa wayu yang telah diediting seperlunya.
Hal ini justru hanya ingin menunjukan sikap provokatif, tanpa mengindahkan nilai Nasionalis, karena malah menggunkan latar film Thailand dan bukan Indonesia.
Perlu diketahui bahwa film Paksa wayu justru menggambarkan makhluk Mitologi bernama "Garuda", adalah sosok Monster burung yang meneror seluruh kota Bangkok, hal ini justru menambah label buruk dalam sudut pandang Semiotika saya.

Namun, provokatif media dan suporter belum tentu memberikan apa yang diharapkan sebenarnya. Pada laga Indonesia Vs Malaysia di Grup A (kamis, 17-11-2011) memberikan hasil yang sangat memukul pendukung TimNas, Indonesia harus kalah satu Gol tanpa balas dari Harimau Malaya.

Mungkin ini saatnya media harus belajar dari sejarah, dan membuat tayangan yang bertanggung jawab terhadap moral bangsa.
Kita masih akan bertanding lagi, masih banyak yang akan kita lalui. Terlalu dungu rasanya, jika kita malah terjatuh dalam provokasi-provokasi yang kita buat sendiri.
#AyoIndonesiaBisa

Tuesday, November 15, 2011

Penerapan SmartCard TransMusi Molor

Setelah rencananya transmusi Akan segera menerpakan SmartCard sebagai Sistem pembayaran sebelum pelaksanaan SeaGames, namun fakta di lapangan menunjukan hingga hari ini (hari ke 6 pelaksanaan SeaGames) realisasi SmartCard dinilai "Nihil". Terbukti dari belum adanya penumpang yang menggunakan SmartCard  sebagai alat pembayaran.

Bahkan Box mesin pembaca SmartCard banyak dinilai warga pengguna tidak efektif. Mesin-mesin yang dianggarkan Rp 2miliar itu justru mempersulit warga untuk mendapatkan tempat berdiri saat TransMusi penuh penumpang.

Wednesday, November 9, 2011

Tugu Bersejarah Yang Malang

Palembang dengan sejarahnya yang panjang menyimpan banyak bangunan bangunan bersejarah dan yang mengingatkan dengan sejarah itu. Daerah yang paling banyak terkumpul bangunan bersejarah adalah di Kawasan Jembatan Ampera,antara lain seperti Benteng Kuto Besak, Monpera, Museum Sultan Mahmud Badarudin (Dulunya tempat tinggal Belanda), Masjid Agung, Kantor Pos. dan Lain lain.
Namun, sebagian bangunan sejarah kurang diperhatikan, Salah satunya adalah Tugu Peringat Perang Lima Hari Lima Malam 1947 di kawasan Ilir Timur. persis disamping jembatan Ampera


Sebagian warga juga memanfaatkan tugu ini sebagai tempat buang air kecil, maka tak heran jika anda melewati bangunan yang nyaris tak terlihat karena rimbunan pohon ini tercium bau Amoniak.

Tugu ini dibangun untuk mengingat peristiwa peperangan 5 hari 5 malam antara Indonesia dan Belanda pada 1-5 Junuari 1947, pada peristiwa itu gugurlah Lettu Soeradjo dan Kapt. Akhmad Rivai.
Memang sangat miris jika kita melihat bangunan bersejarah di kota Palembang, ancaman terbesarnya adalah jika tidak diperhatikan, dan menjadi sasaran vandalis.