Monday, February 1, 2016

saat aku menyakiti seseorang, sessungguhnya aku menyakiti diriku sendiri. 
saat aku telah membohongi seseorang, sesungguhnya aku telah dibohongi diri sendiri. 


Aku tau, paku yang menancap memang bisa dicabut, tapi tak bisa mengobati luka di dinding.

Aku tau setitik sianida mampu membunuh didalam secangkir kopi manis.

Tak perlu pedang untuk menebas leher.

tak perlu sebuah belati untuk membuat luka menganga di hati.


lalu,
Bagaimana bisa aku biasa, saat perih yg kau rasa ialah dosa  bagi-ku.
Tangismu juga tangisku. meskipun aku yg menancapkannya pas dihatimu.


Namun kadang kesalahan hadir seperti jalan takdir.membuat ku tak tahu itu hina dimatamu.


tapi luka adalah luka.maaf pun hanya wirid doa.




  Catatan untuk ku dan seseorang

Tuesday, October 14, 2014

DJ Una

ini kali pertamanya ke Club Malam. haha
Loading
Dj Ketje @putriuna at Mansion Executive Palembang #PutriUna #Djanepu #djuna #Storyofsoul #palembang


Time lapse Wijaya Kusuma

Loading
Epiphyllum Blooming Timelapse : Gopro Timelapse #Gopro #GoproID #Timelapse #Epiphyluum #Flower #Blooming

Monday, July 7, 2014

Presiden kita nanti

Suatu malam sekitar 2 bulan yang lalu, saya bermimpi tentang 4 buah matahari.
Matahari pertama terbit dari barat namun sejenak ia terbenam lagi dibarat.
Kemudian terbitlah Matahari yang amat sangat besar dari timur. Cahayanya sangat terang menjadikan malam bak siang. Matahari ini terus bergulir keatas langit. Namun sudah ada 2 Matahari lainnya dengan ukuran yang biasa menghadangnya. saat ketiga matahari ini bertemu. langit malam kembali gelap.

Ya, dia lah yang akan jadi presiden kita, dan negara ini akan kembali sedia kala. usai perperangan ini.

Monday, January 6, 2014

Yang Baru di Tahun Baru (iProject)

Tak terasa sudah masuk tahun 2014, ini berarti saya telah memasuki tahun ke tiga menekuni bisnis foto & videograpfi, rasanya seperti memiliki Batita (bayi tiga tahun). Ibarat batita usaha ini masih lucu-lucunya, belum bisa mandiri, tapi sudah bisa makan, orang-orang pun suka senang melihatnya.

selama dua tahun ini sudah ada beberapa inovasi dan produk layanan baru. awalnya hanya Videoshooting merambah lagi dengan foto, prewedding,  video event,mini studio, scaning negatif film, cetak undangan yang dapat didesain sesuai kebutuhan dan keinginan. hingga live video yang disiarkan secara wireless ke tv atau proyektor.

Di tahun 2014 ini saya akan memberikan bocoran produk layanan terbaru, saya menyebutnya iProject . iProject mirip seperti Instant  Photo Corner, atau di Indonesia sering dikenal dengan photoboth, bedanya apa? di iProject saya memberikan ekstra fasilitas yang bisa ditambahkan kedalamnya jika tuan nyonya acara menginginkannya seperti



Pertama : Instant Print / Cetak Foto kilat, dalam 15 detik foto sudah jadi, dengan kualitas lab . Foto ini bisa jadi cendramata bagi tamu yang hadir lebih cantik lagi diberi bingkai eksklusif. suvenir yang bisa sangat dihargai oleh tamu.
masih biasa aja?
Kedua : Guestphotobook, bukan photobook biasa, apalagi buku tamu biasa, foto yang telah diambil di photobooth selain jadi cendramata untuk tamu bisa ditempel di guestphotobook juga. di buku ini tamu bisa menuliskan ucapan, tanda tangan, cap jempol atau cap bibir. jadi ini bisa jadi buku tamu yang tak akan disimpan di gudang setelah acara, tapi bisa memiliki kedudukan yang sama seperti album photo.
Ketiga :elegant flexible / menggunakan kamera DSLR dan studio lighting, jadi seperti studio mini di event anda. cocoknya sih untuk indoor atau acara dimalam hari. ada background yang cantik, dan jangan takut ribet untuk seting studio mininya, minimal cuma perlu space 3x3m kok. disini kita pun meminimalisir penggunaan kabel dengan kemampuan wireless, jadi sangat flexible.
masih standar aja? masa sih?
Keempat : ini produk pamungkas, namanya InstantSharing,  foto-foto tersebut dapat diunggah secara langsung kebeberapa sosial media disaat itu juga, seperti facebook, twitter, atau instagram, atau ke email. untuk Facebook, kita sudah menyiapkan fasilitas yang memungkinkan klien tak perlu memberi tahu password ataupun email (untuk menjaga privasi). tapi tetap otomatis masuk didalam album yang dimiliki klien. jadi seperti live update di sosial media. Bayangkan betapa envy teman-teman yang tidak hadir diacara anda melihat update foto tersebut.
masih bilang biasa aja?

bisa aja dibilang biasa aja, sebelum kita mempertimbangkan beberapa hal.
seringkali sebagai pemilik acara menginkan foto tamu yang hadir, tapi sering kali photographer tak bisa coverage seluruhnya karena mereka akan lebih banyak focus ke panggung. Dan saat sesi foto bersama, beberapa rekan anda akan ada yang tergesa-gesa, MC yang gak kunjung memanggil nama rekan anda itu, atau bahkan sang mempelai sudah kecapekan untuk foto bersama. iProject jadi solusinya.
Punya event,seperti reuni, atau gathering komunitas, iProject bisa jadi tempat yang asik, untuk bernarsis ria, sayangkan tamu yang hadir sudah dandan cantik-cantik berpenampilan terbaik tapi gak di foto. iProject pun  cocok untuk berbagai kegiatan, mulai dari pernikahan, reuni,event, gathering, ulang tahun. seminar. tapi acara yang asik-asik aja sih, kalo kayak kendurian kematian gak cocok.
Selepas acara berlangsung, anda sudah mendapatkan seluruh foto, baik dalam bentuk dvd, album di facebook, hingga versi cetaknya yaitu guestphotobook. Menarik bukan?

Untuk harga, jangan takut kemahalan, masih bisa nego tergantung permintaan dan kebutuhan, selagi iProject belum resmi diluncurkan di Imajie CraftiveStudio jika anda tertarik dengan iProject bisa menghubungi saya, atau silahkan cek CP nya di www.imajie.net


Friday, November 15, 2013

Sekali-kali Transmusi Harus Dihajar

Sekitar jam 20:00 saya naik Transmusi dari kampus saya di daerah Plaju. Laju transmusi berhenti di halte transit DPRD , beberapa orang penumpang meminta pramugara untuk mengisi saldo smartcardnya (Bus Rapit transit di palembang menggunakan e-tiketing yang disebut smartcard untuk pembayarannya) namun si pramugara menjawab, saldo top upnya habis (alias saldo di mesin pengisinya habis) .

Bus kembali melaju sampai di halte Monpera, disana ada bus besar Ampera-Km12 sedang ngetem. dengan segera saya turun dari pintu depan setelah dibukakan. dan berpindah ke bus besar tersebut. didepan pintu sudah ada mesin typing yang wajib kami typing ulang. *cetet mesin mengeluarkan kata "Transit" kecuali seorang penumpang wanita setelah saya yang berbunyi "kartu belum terdaftar"

saya segera duduk di pojok belakang bus, ini tempat favorit saya. setidaknya ini tempat paling nyaman untuk istirahat bahkan tidur selama perjalanan. Didekat sedang disudut lainnya ada dua orang wanita yang sedang ngobrol asik dengan pegawai transmusi berbaju batik, yang sebut saja "A".


Tiba-tiba si Pegawai Transmusi ini menanyakan kepada penumpang wanita yang kartunya teridentifikasi tidak terdaftar itu . yang sebut saja "B"
A : mbak, mau turun dimana?
B : turun di IP
A : Kartunya itu belum terdaftar, aturannya kami (Transmusi) kalau kartu tidak terdaftar gak boleh naik.
B : Tadi saya di halte DPRD sudah minta gak ada, terus disini minta isiin saldo juga ada.
A : Iya, tapi seharusnya tadi sebelum saldo habis kan mbak isi. saya bisa aja loh ngelarang mbak naik.

Disini saya mulai geram, dan saya tau disini cara saya memulai  mencerca mereka dengan segala unek unek.
Saya : mas, mbak tadi naik dari Plaju, dan saldonya ada meski kurang. makanya bisa naik. tapi kalo di typing lagi pasti kartunya tidak terdaftar, dan mbak ini sudah mau ngisi kartu di dua halte ini tapi sama-sama gak bisa. masak harus disuruh keluar, sedangkan saldonya sudah diambil dan tercatat minus (berhutang) ?
A : gini mas, klo mbak ini naik dipinggir jalan bisa saja kami ngelarang dia naik. disini peraturannya sudah berubah kalo saldo habis, dan kartu tidak tedaftar gak boleh naik.
Saya: iya saya tau, tapi kalau sistemnya seperti itu sarananya juga harus mendukung toh, ini mau isi saldo aja gak ada, kalo saldo kurang malah gak boleh naik.
A : ya setidaknya sebelum saldo habis atau misalnya tadi masih sisah 5000 isi lagi lah sebelum habis. peraturan ini untuk mencegah kecurangan dari penumpang
Saya : (saya mengerenyitkan dahi dan menurunkan sebelah alis mata) maksudnya?
A; ya misalnya dia saldonya kurang, kemudian tidak terdaftar, typing lagi tidak terdaftar. dan dia terus memakai kartu yang tidak terdaftar sebagai modus.
Saya : (saya membatin, cukup masuk akal, namun tak etis mencuriga penumpang seperti itu, bahkan jika saya curang sekalipun, saya tidak pernah pakai cara seperti itu)
Saya : iya, kan gak mesti diusir sih penumpangnya, kan ada tiket one trip yang katanya harganya lebih mahal menjadi Rp 5000 sekali jalan tanpa transit dan cuma di typing sendiri sama pramugara?

berikut saya sertakan buktinya


A : ya itukan cuma wacana.
Saya : (tertawa kecil ) hah? cuma wacana? dan kalian sampai segitunya ngusir penumpang? ayolah sama-sama manusiakan, saling membantu kenapa?
A : ya kalau sekali-kali seperti ini sih gak papa (agaknya dia mulai tertekan)
Saya : lagian gini ya mas, rumah saya di KM 12 dan kampus saya di Plaju. waktu 1 jam itu cuma sampai bawah Jembatan Ampera. dan saya harus transit di halte samping masjid Agung, nunggu secepatnya 10-15menit, saya harus bayar 2X .kasih solusi dong. (saya menangkap ekspresi beberapa penumpang lain mengiyakan ocehan saya)
A : iya mas, harus bayar dua kali (kali ini dia tersenyum, entah senang saya harus bayar dua kali atau mengaminkan sebuah sistem yang korup itu )
Saya : kenapa enggak dua jam lagi sih, atau setidaknya 1,5jam biar saya bisa sampai kampus tanpa bayar dua kali.
A : ya, sekarang kan direksinya baru, walikotanya baru. sistemnya juga baru. kami gak bisa berbuat apa-apa, coba mas liat di kartu yang baru itu ada nomor pengaduan. ngadu aja kesitu
Saya : saya sudah capek itu sms disitu, capek ngomel di facebook transmusi toh gak ada tanggapan positif? coba mas aja sampaiin ke direksinya, sistemnya jangan ngerugiin konsumen gini lah.
A : Gak bisa mas, saya gak bisa apa-apa. apalagi sampe ngomong ke Direksi?
saya : sebenernya masalah transmusi ini apa sih? sampe keliatan parah gini ? (sebenernya saya sudah tau)
A : ya masalah pembiayaan. transmusi lagi kekurang dana. Gaji kami pun belum dibayar sampai sakarang. kami cuma mendapatkan pendanaan dari penjualan saldo ini lah. kan sekarang Transmusi gak dikasih subsidi dari pemkot.
Saya : lah, bukannya dari walikota yang lama (Edi santana) transmusi memang gak pernah dapet Subsidi?
A : (titik hitam matanya melihat kebawah, seolah bingung sendiri dengan kata-katanya, atau justru tersadar ia hampir saja berbohong) iya sih. sekarang aja kan jumlah armada nya dikurangin karena banyak mobil yang rusak belum diperbaiki.
Saya : ( gaji gak dibayar? mending keluar aja, berdagang lebih pasti dapetnya)  terus sekarang saya harus nyalahin siapa atas kekacauan sistem kayak gini? direksinya atau walikotanya? (sambil tertawa kecil yang sebenernya saya ngejek)
A : kita lagi nunggu surat juga dari walikota apa mau di subsidi atau enggak? dulu sih jamannya pak Edy gak kayak gini.
Saya : yaudah saya nyalahin walikotanya aja deh (ketawa ngejek lagi) atau jangan-jangan ada koruptornya.(sampai gaji pegawai gak dibayar)
A : (tampaknya ia mulai sadar saya menggiringnya ke isu yang lebih sensitif) loh ini kok gak jalan-jalan ya?(ia meninggalkan saya dan keluar dari bus)
cukup lama ngetem sambil berdebat, mungkin sekitar 10 menit. dan harus menunggu lagi sampai 15 menit setelah itu hingga bus benar-benar berjalan. dan yang lebih kurang ajarnya lagi setelah perkatan terakhirnya itu saya mengira ia hanya pramugara,justru ia menuju kursi sopir dan mengendarai Bus bernomor K1.15 ini. lalu untuk apa dia bertanya kenapa bus ini tidak jalan-jalan dan meninggalkan kami (para penumpang) cukup lama.?
Setelah menuduh penumpang dapat melakukan kecurangan justru si pramugara yang tampaknya melakukan praktik kecurangan.
saat bus baru melaju mesin typing smartcard di restart (ada knop switch On-Off dibelakan mesin) lalu apa yang terjadi jika mesin di restart?Penumpang yang pertama dan beberapa orang setelahnya akan tersedot saldonya, meski durasi transit belum habis. dan itu benar-benar terjadi.
setelah halte transit Monpera, bus akan menuju halter transit masjid Agung, orang yang naik dari halte masjid agung biasanya adalah penumpang transitan dari Palembang Square atau pusri. hanya ada beberapa orang yang naik, dan semua kartu mereka berbunyi "terima kasih" setelah di tempelkan di mesin.
Ini masih dugaan, karena saya belum bereksperimen secara langsung. hanya berdasarkan pengalaman, bahwa beberapa kali saldo saya terpotong meski waktu transit belum habis. biasanya itu terjadi saat saya naik di halte awal keberangkatan, misalnya dari terminal, atau didepan Mall PS atau PIM. habitnya pramugara akan merestart mesin saat hampir menuju pemberhentian terakhir, ini karena saya pulang di dekat KM 12. saat mesin di restart akan mengeluarkan suara aneh menyeramkan. selain saat dipemberhentian terakhir, mesin juga direstart saat terjadi eror, misalnya kartu yang di typing tidak memberi identifikasi apa apa.