Wednesday, December 12, 2012

Masalah Hanya Soal Waktu

Ketika SMP saya memiliki kata motivasi yang membuat saya dapat bertahan hingga lulus SMA, Kata Motivasi yang menurut saya gak relevan sekarang ini. Tapi kini harus saya pakai lagi, agar hidup tak cepat berakhir.

"Masalah Hanya Soal Waktu"
Ingin rasanya mati bila tak ingat dosa, ketika saya merasa sangat stres dengan tuntutan sosial yang memaksa saya harus pintar, dijejali berbagai macam bidang ilmu, yang saya sendiri gak tau gunanya untuk apa. Mempertahankan nilai rapot di kelas seolah seperti reputasi yang harus dijaga. Belajar seperti sebuah pemaksaan, ditambah lagi sikap guru yang kebanyakan merasa pintar (kalo gak pintar gak jadi guru ya) dan menganggap murid yang tak faham adalah bodoh.  Saya pernah menangis di kamar, hanya karena matematika. Saya stres, tidak bisa bermain lagi, nonton tv,atau hanya sekedar tidur. memang tak ada yang menghalangi saya, tapi keadaan ini memenjarakan saya. begitu perasaan si Aji kecil.

Hingga suatu hari saya merenung, bahwa saya telah sampai pada titik ini, melewati berbagai macam ujian, yang membuat air mata dan keringat mengucur. Dan lihat semua akan baik-baik saja, banyak orang hidup normal setelah dewasa. dan pasti saya juga akan melewati semua itu, karena "Masalah Hanya Soal Waktu".

Friday, December 7, 2012

Asrama Prahara

Tututlah ilmu hingga ke negeri cina, sebuah hadis yang menggambarkan betapa penting menuntut ilmu, semangat untuk mencari ilmu yang mungkin tidak kita dapat di negeri sendiri. Seperti banyak teman-teman kita yang rela meninggalkan rumahnya, rela untuk meninggalkan kesenangan yang diberikan orang tua, dan tinggal di kota yang bukan tempat kelahirannya hanya untuk menimba ilmu.
Tapi bagaimana jika ditengah kerelaan dan perjuangan mereka itu justru  harus merasa terintimidasi, terganggu oleh kepentingan sekelompok orang beruang? Seperti yang saya temui beberapa hari lalu saat berkunjung ke kota kembang Bandung.

Tanggal 2 Desember seusai menghadiri Munas, saya hendak jalan jalan beberapa hari di kota Bandung, karena tidak memiliki keluarga di bandung, maka saya berniat untuk menginap di Asrama Mahasiswa milik Pemprov  Sumatera Selatan yang berlokasi di Jalan Purnawarman no 57, mengingat saya memiliki teman yang sedang melanjutkan kuliahnya di Pascasarjana Unisba. yang kampusnya tepat berada disamping gedung asrama.

Esok paginya, sekitar pukul 8:30 3 Desember, saat sebagian penghuni asrama sudah pergi kekampusnya masing masing, dan saya sedang bersiap siap untuk jalan. tiba-tiba dikejutkan dengan datangnya puluhan preman berbadan besar, berambut cepak dan botak. yang mencoba menerobos masuk asrama, namun terhalang gerbang yang dirantai. Mereka membawa tukang-tukang pekerja yang dengan cepat memasang pagar "Seng" dan bambu mengeliling bagian depan asrama. 
Preman-preman tersebut tertahan di luar gerbang masuk asrama


Secara jumlah, dan postur tubuh jelas mahasiswa pasti akan kalah jika harus beradu fisik dengan preman preman tersebut. Hanya ada beberapa mahasiswa yang menemui preman-preman tersebut, sebagian lainnya mulai cemas, menelpon pihak kepolisian untuk segera mengamankan asrama. Namun tampaknya pihak polisi juga tidak bisa membersihkan kehadiran preman-preman yang mengaku mendapat tugas dari Husein Nawawi dari Yayasan Batanghari Sembilan Bandung untuk  mengosongkan asrama.

Prahara ini berawal dari surat kuasa Muin Mandalo, salah seorang pengurus Yayasan Batanghari Sembilan Sumatera Selatan yang telah dibubarkan, yang memberi kuasa kepada Husein Nawawi untuk mengurus Asrama. dan membentuk yayasan baru bernama Yayasan Batanghari Sembilan Bandung. Muin Mandalo mengaku bahwa ia adalah satu satunya pengurus yayasan yang masih hidup hingga sekarang, dan itu adalah kebohongan karena masih ada Pak Syarkowi Sirod.

Para preman ini berdalih, tugas yang mereka emban telah sesuai hukum dan berakta notaris, dengan menunjukkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Yayasan Batanghari Sembilan Bandung ber No 01/YBSB-INT/VII/2012 , yang dibantahkan karena surat tersebut terbantahkan tembusannya.

Mahasiswa akhirnya menunjukkan surat balasan Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Nurdin, yang menyatakan bahwa Yayasan Batanghari Sembilan Bandung tidak ada hubungannya dengan Yayasan Batanghari Sembilan Sumatera Selatan yang telah bubar. Namun preman preman tersebut tetap menjalankan pekerjaannya, memasang pagar seng, dan menduduki asrama meski hanya dihalaman dan terasnya saja.

Setidaknya ada 50 orang preman yang mengepung asrama, itu klaim mereka, dan sepertinya memang benar, karena saat saya keluar asrama banyak preman berjaga jaga hingga radius 100 meter. Polisi yang datang nyatanya tak bisa mengusir preman tersebut. Mereka menyatakan kebingungannya, karena kedua pihak dianggap memiliki alasan, dan alasan hukum sendiri.


Namun, preman tersebut kembali berulah. Pukul 10:20 pagi 4 Desember,  saat Ahmad Ridwan (Ketua Asrama) hendak mengeluarkan motornya untuk berangkat menuju kampusnya tiba-tiba preman-preman tersebut mendesak masuk kedalam asrama. Alasan mereka hanya untuk memperoleh akses air, karena mereka mengaku dari Yayasan yang menaungi asrama ini.
Ahmad Ridwan (kaos Baseball merah ditengah) sedang berhadapan dengan preman yang menerobos masuk asrama


Segera penghuni asrama mulai heboh, dan kembali menelpon kepolisian yang agak lambat hadir, hingga akhirnya mahasiswa harus beradu argumen dengan preman-preman tersebut, yang membuat preman tersebut mau mundur.

malamnya sekitar pukul 23:30 Sekda Sumsel H. Yusri Efendi, ketua Himpunan Alumni Asrama Mahasiswa SumSel M Tarmizi Madani, dan  Pak Syarkowi Sirod salah satu pengurus Yayasan Batang Hari Sembilan yang masih hidup, juga perwakilan dari Intel mendatangi asrama untuk berdiskusi dan memberikan pengarahan kepada mahasiswa, juga untuk menenangkan mahasiswa yang merasa was-was setiap hari.
Diskusi bersama


Kekhawatiran Mahasiswa bahwa bangunan peninggalan Belanda ini hendak di jual, hal ini dialasani oleh pernyataan ceplos dari Husein Nawawi saat mengajak mahasiswa makan bersama, lagian sikapnya untuk mengusir mahasiswa untuk mengosongkan asrama dengan alasan Renovasi sangat janggal dan mencurigakan, mahasiswa tidak pernah diberikan gambaran atau cetak biru renovasi yang akan dilakukan, jika pun akan direnovasi, mahasiswa meminta agar mereka dipindahkan saja dibelakang bangunan utama yang merupakan bangunan baru, namun permintaan itu ditolak. Meskipun bukan bangunan cagar budaya, bangunan ini khawatirnya akan di robohkan atau malah dijual setelah alih alih direnovasi.



Apa jadinya jika mahasiswa tidak memiliki tempat tinggal??


Saturday, November 17, 2012

Pelatihan Kamera Dasar

Biasanya saya hanya sharing dengan beberapa orang di ruang kelas, kantin atau dirumah saat beberapa teman dateng, nah ini kali pertamanya saya menjadi pembicara lebih dari 150 orang peserta didik Lembaga Pers Mahasiswa Unsri. 
Wajah-wajah calon Jurnalis Muda
Kali ini saya memberikan materi tentang kamera dan videografi, awalnya saya hendak membawa camcorder Prosumer sebagai alat peraga, namun mungkin akan menarik dan memotivasi bagi mereka bila alat yang saya gunakan lebih sederhana. Maka saya memilih DSLR Canon Kiss X5, lagian saya sangat menyukai hasil video dari DSLR.
Mereka terlihat antusias ditengah laparnya makan siang yang belum dateng hingga saya selesai memberi materi. dan Ahh, akhirnya, ditengah syarat kelulusan mahasiswa kampus swasta ngumpulin sertifikat, ini adalah piagam penghargaan pertama saya menjadi Pembicara . Dulu sempat mau dapet plakat penghargaan  dari kampus sendiri, waktu buat pameran Foto di KIF park, tapi gak jadi, karena Plakatnya udah kepake untuk acara lain,ternyata ada hikmahnya, Semoga lain kali dipanggil lagi :D

Saturday, August 18, 2012

Harmonisasi Kemenangan

Jumat, 17 Agustus 2012 ini hari kemerdekaan bagi rakyat Indonesia, tepat di bulan Ramadhan. spirit yang muncul bertambah, mengingat ditahun 1945, Proklamasi dibacakan di hari Jumat di bulan Ramadhan juga.

Dan hari ini Hari Raya, dari pagi bunyi takbir berkumandang bersahut-sahutan,terdengar disetiap penjuru desa dan kota hingga matahari tinggi.

Setiap warga muslim keluar rumah, berjalan menyusuri jalan menuju Masjid-masjid dan Mushola (Lapangan yang Luas), Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar Lailaha ilallah huwallahua akbar, Allahuakbar walillahilhamdu.

Sepulangnya dari Sholat Ied, Lonceng Kebaktian dibunyikan,Halelujah ( Puji Tuhan ) kita akan berpapasan dengan umat nasrani, mereka menyapa, dan kita membalas salamnya, senyum.
Itu bisa terjadi dijalan-jalan desa dan kota, dan lihatlah sambutan lambaian Bendera Merah Putih. terus melambai, harmonis sekali dibayangkan. Inilah Indonesia, negeri yang semua rakyatnya berdoa terhadap Allah akan keharmonisan. Amin

Friday, August 3, 2012

Logo Hut RI 67


Baca Artikel Sebelumnya, disini

Thursday, August 2, 2012

Jangan Klaim Atlet Asing

Masihkah ada peluang Indonesia untuk mendapat medali emas olympiade? tradisi emas olympiade akankah berhenti? Sedihkah indonesia?
Saya kesel, jujur kesel sama berita di TV, dan media berita online. apalagi pasca didiskualifikasinya atlet ganda putri kita di cabang bulu tangkis. seolah media mempecundangi negerinya sendiri.

Bermula dari diskualifikasi, media seolah menunjukkan bahwa ganda campuran kita bermain curang. Noo, bukan curang itu strategi mereka. mereka disini pun bukan hanya pemain, melainkan instruktur dan pelatih, bahkan menurut saya, justru saya merasa, bahwa Greysiana Poli dan Meiliana Jauhari siap untuk menghadapi lawan sekuat apapun meski mereka kemungkinan akan kalah. yang menjadi masalah justru sistem pertandingannya, yang membuat atlet terpaksa harus kelelahan. Saya tetap mengharapkan Greysiana Poli dan Meiliana Jauhari tetap semangat, dan terus berprestasi.

Hingga tulisan ini diturunkan Indonesia berada di posisi ke 29 dengan perolehan 1 medali perak, dan 1 medali perunggu. Emas? ya sekali lagi media seolah mendramatisir berita dan mempecundangi kita semua, dengan deadline, Berhentinya tradisi emas.

Lebih parahnya lagi, pagi ini ada tweet dari salah satu media tv dan online indonesia

 Perenang tersebut adalah Ranomi Kromowidjojo, sebuah nama yang indentik sekali dengan nama Indonesia, ups maaf nama jawa, seperti nama saya juga. Ranomi sendiri bukanlah keturunan Indonesia, melainkan keturunan Jawa Suriname.
Tapi Jawa loh bung, Jawa, !!!? (saya harap ada yang nanya seperti itu)
Terus orang Jawa harus bilang Wow ! ? gitu? :p

Jawa Suriname bukanlah Jawa Indonesia, om media, harusnya bisa ngebedain dong. Indonesia itu baru diakui jadi satu negara tahun 1945,umurnya baru 67 tahun. Imigran Jawa telah datang ke Suriname dari 1880an, saat itu merupakan daerah kekuasaan Belanda. dan dimerdekakan dari Belanda tahun 1975.

Orang jawa di suriname, mengakui bahwa mereka adalah orang jawa, tapi bukan orang indonesia tentunya. Itu pula mengapa Suriname pun mengklaim batik, dengan label Batik Jawa Suriname dan lebih dikenal sebagai Batik Suriname,dan hal itu telah terdaftar di UNESCO, sama seperti Indonesia, dan Malaysia

Dan sayangnya, media kok ngeklaim Ranomi sebagai keturunan Indonesia, alhasil banyak orang menyayangkan kenapa Ranomi justru membela Belanda di Olympiade sehingga mendapatkan Emas.
Menurut saya tidak ada yang disayangkan dan tidak ada yang harus dibanggakan bagi kita sebagai orang Indonesia atas kemenangan Ranomi,Hubungan Ranomi dan Indonesia tak ubahnya seperti hubungan Republik Rakyat China dengan Susi Susanti (Wan Lian) Atlet Bulu Tangkis Senior Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia
Hanya saja, Ranomi dan  banyak atlet lainnya sangat menginspirasi kita, bahwa siapapun mereka, apa latar belakang bangsa, negara, ras, maupun agamanya sama-sama memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik, dan sang juara.

Sunday, July 1, 2012

Video Kontes Pertama, Dapet DSLR ke Dua, Juara Ketiga


Pernah gak sih denger kalimat "Yakinlah, Pasti Engkau kan Dapatkan" atau mendengar firman Allah
"Dan jika hamba-ku meminta kepada-Ku, Ketahuilah bahwa Aku dekat, Aku niscaya akan mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta jika mereka benar-benar meminta." (QS Al-Baqoroh : 186)
Ya itulah yang terjadi.

Bulan maret lalu ada iklan di facebook dari bank CIMB Niaga, isi iklan tersebut merupakan ajakan untuk ngikutin video contest. Video Contest, merupakan hal baru buat saya. pernah ikut lomba blogging, dan selalu gak pernah menang.

Aturan lombanya sangat simple, kita diminta membuat video berdurasi maksimal 30 detik. yang menggambarkan salah satu Tujuh dari brand image CIMB Go Mobile, yakni ; fast, easy, cool,flexible, scure, techno savy,dan modern.

Setelah terkumpul beberapa ide, akhirnya kami sepakat memilih ide video memainkan rubik, Ide pembuatan videonya berasal dari mamas. menceritakan bagaimana menyusun rubik secara cepat dan mudah untuk mewakili brand image dari CIMB Niaga Go Mobile.

Setelah ide dipilih, mulai deh memikirkan story linenya. diceritakan saya kebingungan untuk menyelesaikan sebuah rubik. lalu datang mamas dengan tiba-tiba merebut rubik yang tengah saya mainkan, dalam hitungan detik. taraaa rubik pun selesai dengan cepat dan terlihat mudah.

Permasalahannya adalah, kami tidak bisa menyusun rubik. Peran pemain rubik tadinya ingin saya berikan kepada beberapa teman yang mahir bermain rubik, namun setelah mengingat catatan waktu tercepat mereka rata-rata diatas dua menit. dan itu akan memakan durasi.

Saya memutar otak, bagaimana teknis video tersebut dan proses editingnya. setelah beberapa kali saya mengotak atik software editing yang saya pakai, dan menu apa saja yang bisa membuat video tersusun rapi. akhirnya saya menemukan trik editing baru. 

finaly videonya jadi seperti ini

Video ini, kami buat dengan biaya sangat rendah memanfaatkan ruang tamu sebagai white screen,rubik seharga 10ribu, jumlah crew hanya dua orang, saya merangkap jadi cameraman dan editor.

dan diawal bulan mei saya mendapatkan email, yang memberitahukan bahwa kami menang juara tiga dalam kontes ini, dan berhak mendapatkan kamera DSLR 600D. wahahaha

Pada 27 Juni saat  bermain ke Jakarta, saya sempatkan untuk ke Bintaro ngambil hadiahnya.